JAKARTA — Upaya mendorong inovasi pangan berbasis potensi lokal Indonesia terus dilakukan melalui riset dan kolaborasi antara dunia akademik dan industri. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) menilai penguatan sumber daya manusia, khususnya peneliti muda di bidang pangan, menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Indofood menjalankan program Indofood Riset Nugraha (IRN) yang pertama kali hadir pada 2006. Program ini merupakan kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah digagas Salim Group sejak 1998.
Selama dua dekade terakhir, IRN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset, tidak hanya sebagai dukungan pendanaan, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pertemuan gagasan. Berbagai penelitian mahasiswa lahir dari eksplorasi rempah, hasil laut, pangan tradisional, hingga komoditas khas daerah, dengan fokus pada pengembangan pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus alumni IRN angkatan 2004, Fenny Martha Dwivany, mengatakan pengalaman mengikuti program tersebut turut membentuk perjalanan akademiknya. “Pengalaman saya dengan IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kritis, sistematis, dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kisah serupa disampaikan Mariska Priscilla, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung dalam tim riset dan pengembangan (R&D) Indofood. Menurutnya, pendampingan bersama para pakar selama mengikuti IRN memperluas perspektif tentang riset. “Riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat,” katanya.
Jejaring alumni IRN juga disebut telah tersebar di berbagai bidang dan wilayah, mulai dari akademisi, profesional, wirausaha, hingga peneliti internasional. Ratu Salsabila Astrakusuma, alumni IRN 2023 yang kini melanjutkan kiprah sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis, menilai IRN memberikan dasar kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi pangan menjadi inovasi. “IRN memberikan fondasi keberanian bagi saya untuk mengembangkan berbagai potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing,” ujarnya.
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, menekankan pentingnya kolaborasi dunia usaha dan akademik dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan. Ia menyebut, selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendukung lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Menurutnya, riset-riset tersebut bermanfaat bagi pengembangan dan penguatan ekosistem pangan di Indonesia.
Ke depan, Indofood berharap IRN terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi pangan yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru berbasis kekayaan pangan lokal. “Kami harap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal kita menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak,” kata Stefanus.