Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta bersama Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar workshop jurnalistik yang membahas tantangan etika serta kemajuan teknologi, terutama artificial intelligence (AI), dalam kerja-kerja jurnalistik.
Workshop bertema “Jurnalisme Hari Ini: Antara Etika dan Kemajuan Teknologi” itu berlangsung di Auditorium FISIP UAJY pada Jumat pagi (21/11). Kegiatan menghadirkan Kepala Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UAJY Mario Antonius Birowo dan Pengurus AJI Indonesia Sunudyantoro sebagai pemateri.
Workshop tersebut sekaligus menjadi pembuka rangkaian Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) AJI yang digelar di lokasi yang sama hingga 23 November 2025.
Dalam diskusi, para pemateri menyoroti perkembangan AI sebagai perkakas yang dapat membantu kerja jurnalis, namun penggunaannya dinilai perlu tetap berada di bawah kendali etika. Mario Antonius Birowo menekankan bahwa AI harus digunakan untuk melayani kebenaran, bukan menggantikannya.
“Jurnalisme era AI bukan soal siapa yang lebih berkuasa, melainkan bagaimana teknologi bersujud pada etika agar setiap berita yang lahir di zaman cerdas ini tetap membawa satu janji: Manusia tidak pernah ditinggalkan oleh kebenaran,” tegas Mario Antonius Birowo.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan membuat prompt atau perintah yang efektif bagi jurnalis. Menurutnya, keterampilan ini dibutuhkan agar jurnalis dan pekerja redaksi dapat menggali informasi penting dan mendalam dengan bantuan AI.