Iran dilaporkan mengalami pemutusan akses internet selama 80 hari dalam konteks pemblokiran internet secara nasional. Kondisi ini membuat akses informasi bagi masyarakat tidak lagi menjadi hal yang mudah didapat.
Di tengah pembatasan tersebut, pemerintah membuka akses layanan berbayar yang disebut “Internet Pro”. Kebijakan ini menghadirkan opsi koneksi bagi sebagian warga, namun sekaligus menegaskan bahwa akses internet kini lebih menyerupai layanan premium.
Dengan adanya pemblokiran luas dan munculnya jalur akses berbayar, internet di Iran kian dipandang sebagai barang mewah, bukan kebutuhan yang dapat dijangkau secara merata.