Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah masyarakat Indonesia yang berlangganan internet tetap mencapai 99.515.436 jiwa. Angka ini tumbuh 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut tercantum dalam Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 yang dirilis APJII pada Selasa (19/5/2026). Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai tingginya jumlah pelanggan internet tetap menunjukkan layanan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurut Arif, internet tidak lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah terintegrasi dalam aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Ia menyebut temuan survei ini memperlihatkan transformasi digital nasional yang terus berkembang dan perlu didukung melalui pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital.
Dalam survei tersebut, mayoritas pelanggan internet tetap menggunakan layanan internet kabel/fiber dengan persentase 37,9 persen.
Terkait alasan penggunaan internet, aktivitas komunikasi dan jejaring sosial menjadi faktor terbesar dengan persentase 19,9 persen. Berikutnya adalah hiburan digital seperti streaming dan gim sebesar 19,7 persen, pencarian informasi dan berita sebesar 19,6 persen, serta transaksi e-commerce dan layanan digital sebesar 18,7 persen.
APJII juga melaporkan tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen, setara 235.261.078 jiwa dari total populasi 287.303.234 jiwa. Arif menyatakan angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada 80,66 persen.
Secara kewilayahan, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar pengguna internet nasional dengan penetrasi 85,95 persen dan kontribusi pengguna 58,24 persen. Kalimantan mencatat penetrasi 80,40 persen dengan kontribusi pengguna 6,20 persen, sementara Sumatra memiliki penetrasi 78,24 persen dan kontribusi 20,74 persen.
Adapun Bali dan Nusa Tenggara tercatat memiliki penetrasi 78,14 persen dan kontribusi pengguna 5,26 persen. Sulawesi mencatat penetrasi 72,58 persen dengan kontribusi 6,62 persen, sedangkan Maluku dan Papua memiliki penetrasi 69,74 persen dan kontribusi 2,94 persen.
Berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada Gen Z sebesar 89,02 persen dan Milenial sebesar 90,34 persen. Dari sisi aktivitas, Arif menyebut kelompok masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.