BERITA TERKINI
APJII Catat Pengguna Internet Indonesia Capai 235,26 Juta pada 2026, Kesenjangan Wilayah Masih Terlihat

APJII Catat Pengguna Internet Indonesia Capai 235,26 Juta pada 2026, Kesenjangan Wilayah Masih Terlihat

JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026. Angka ini setara dengan penetrasi 81,7% dari total populasi 287,3 juta penduduk, meningkat dibandingkan 2025 yang berada di level 80,66%.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan internet kini telah menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai sektor, mulai dari aktivitas sosial hingga layanan publik. Ia menilai transformasi digital nasional terus bergerak lebih inklusif, namun tetap membutuhkan dukungan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital.

“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Dalam survei tersebut, aktivitas komunikasi dan media sosial menjadi alasan terbesar masyarakat menggunakan internet dengan porsi 19,9%. Berikutnya adalah hiburan digital seperti streaming dan gim sebesar 19,7%, disusul transaksi e-commerce dan layanan digital sebesar 18,7%.

APJII menilai pola penggunaan ini mencerminkan meningkatnya konsumsi layanan digital masyarakat. Kondisi tersebut juga dinilai membuka peluang ekspansi bagi pelaku industri telekomunikasi, platform digital, dan e-commerce di dalam negeri.

Dari sisi infrastruktur, jumlah pengguna internet tetap (fixed broadband) pada 2026 mencapai 99,5 juta jiwa. Angka itu naik 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan dominasi layanan kabel dan fiber sebesar 37,9%.

Meski penetrasi nasional meningkat, APJII menyoroti kesenjangan digital antarwilayah yang masih menjadi tantangan. Penetrasi internet di Jawa tercatat mencapai 85,95%, sementara Maluku dan Papua berada di level 69,74%.

“Semoga hasil survei kali ini tentunya berguna bukan hanya untuk APJII, tapi untuk rekan-rekan anggota APJII dan seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkannya,” kata Arif.