BERITA TERKINI
ASSI: Integrasi AI di Industri Satelit Dorong Efisiensi Operasional dan Analisis Citra Bumi

ASSI: Integrasi AI di Industri Satelit Dorong Efisiensi Operasional dan Analisis Citra Bumi

Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menilai teknologi artificial intelligence (AI) semakin berperan penting dalam perkembangan industri satelit di Indonesia. Dalam ajang Asia Pacific Satellite International Conference (APSAT 2026) yang digelar di Jakarta pada Selasa (12/5/2026), ASSI menekankan bahwa integrasi AI bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus ketepatan analisis data.

Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, menyampaikan bahwa penerapan AI di industri satelit saat ini berfokus pada dua pilar utama, yakni efisiensi operasional dan pengolahan data citra bumi (earth observation). Ia menjelaskan, proses alokasi kapasitas satelit yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini mulai beralih ke sistem berbasis AI untuk menekan biaya operasional (OPEX).

Risdianto menyebut pendekatan ini sebagai “Earth Intelligence”, yakni pemanfaatan AI untuk mengolah data citra satelit menjadi analisis yang lebih mendalam dan dapat langsung digunakan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, AI tidak hanya membantu pemrosesan data, tetapi juga berperan dalam peningkatan resolusi visual satelit serta mendukung pengembangan satelit masa depan yang memiliki kemampuan adaptive capacity dan adaptive coverage.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal ASSI, Sigit Jatiputro. Ia menilai implementasi AI di sektor antariksa masih berada pada tahap awal, namun memiliki potensi besar. Dalam proyeksinya, satelit akan bertransformasi menjadi sensor global yang memasok data dalam skala besar untuk kebutuhan sistem AI.

Sigit menekankan bahwa AI membutuhkan data besar agar dapat bekerja optimal. Dalam konteks ini, satelit dipandang sebagai sumber data untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan pergerakan dan cuaca, hingga analisis frekuensi radio dan multispektrum.

Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam manajemen bencana di Sumatra baru-baru ini. Dengan pencitraan satelit yang didukung AI, analisis kerusakan bangunan dapat dilakukan dengan cepat tanpa perlu mengirim tim ke lokasi yang sulit dijangkau. AI disebut mampu mengidentifikasi ribuan rumah yang rusak secara otomatis hanya melalui foto satelit.

ASSI juga menyoroti penggunaan spektrum tertentu yang diklaim dapat menembus permukaan tanah untuk memetakan kandungan logam, termasuk di wilayah Ring of Fire. Dengan berbagai potensi tersebut, ASSI menyatakan optimistis kolaborasi satelit dan AI dapat menjadi salah satu penopang keamanan nasional serta ekonomi digital Indonesia pada masa mendatang.