Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar resmi memberlakukan regulasi baru untuk operasional pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho dan Cemoro Kandang. Pengetatan standar operasional prosedur (SOP) ini dilakukan sebagai evaluasi menyeluruh setelah terjadinya sejumlah insiden keselamatan serta polemik aktivitas di area puncak.
Kepala Bidang Operasional PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadi Ningsih, mengatakan aturan baru difokuskan pada aktivitas rombongan open trip massal serta pelari gunung atau pendaki tektok yang melakukan naik-turun dalam satu hari. Untuk kategori open trip yang membawa peserta lebih dari tujuh orang, penyelenggara kini wajib menyertakan pemandu atau guide lokal dari warga setempat.
“Kalau open trip lebih dari tujuh orang harus memakai guide lokal,” kata Titin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, untuk pendakian tektok yang dinilai menguras energi lebih besar, pendaki diwajibkan mendaftar H-1 dengan ketentuan minimal dua orang dalam satu tim. Selain pembatasan jam turun maksimal pukul 13.00 WIB, pendaki tektok juga diwajibkan mengaktifkan aplikasi pelacak berbasis GPS guna mempermudah pemantauan posisi oleh petugas basecamp.
“Kami mewajibkan instal aplikasi Strava untuk melihat posisi mereka sampai mana,” ujarnya.
Di tengah tingginya animo kunjungan yang tercatat mencapai 4.600 pendaki selama Mei 2026, pengelola juga menjadwalkan proyek pembenahan rambu penunjuk arah darurat pada pertengahan Juni. Proyek ini disebut akan menggandeng merek perlengkapan alam serta melibatkan relawan lokal, SAR, BPBD Karanganyar, komunitas AGL, dan relawan Cetho.
“Pemasangan papan petunjuk nanti melibatkan relawan-relawan yang sudah bekerja sama dengan kami,” kata Titin.
Selain aturan teknis pendakian, pengelola turut menegaskan kembali fungsi kawasan Taman Saraswati yang berada di area jalur pendakian Gunung Lawu. Titin menyatakan area tersebut merupakan tempat suci peribadatan umat Hindu yang dilengkapi sendang untuk keperluan ritual pembersihan diri.
“Kalau Taman Saraswati memang tempat peribadatan umat Hindu,” ujarnya.