Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Cirebon menggelar Forum Konsultasi Publik melalui kegiatan Sharing Session dan Apresiasi Pengguna Jasa Tahun 2026 di Aula KPPBC TMP C Cirebon, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat, pengguna layanan, organisasi masyarakat, akademisi, hingga media massa, sebagai upaya memperkuat pelayanan publik yang adil, transparan, dan akuntabel.
Forum tersebut diisi dengan sosialisasi antikorupsi, penguatan integritas, serta penguatan keberlanjutan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dalam kesempatan yang sama, Bea Cukai Cirebon juga meluncurkan aplikasi Cirebon Customs and Excise Integrated Application (CENTRAL) dan memberikan apresiasi kepada sejumlah pengguna jasa yang dinilai berkontribusi terhadap penerimaan negara serta peningkatan layanan kepabeanan.
Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Koen Rachmanto, menyampaikan bahwa perkembangan kawasan berikat di wilayah kerja Bea Cukai Cirebon menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut jumlah kawasan berikat meningkat dari sekitar 20 pada 2022, menjadi 30 pada tahun berikutnya, dan mencapai 42 pada tahun ini.
Menurut Koen, pertumbuhan tersebut menjadi indikasi bahwa wilayah Cirebon masih menarik bagi investor, terutama untuk sektor industri padat karya. Ia menjelaskan, relokasi perusahaan ke wilayah Jawa Barat, khususnya Cirebon, turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah kerja Bea Cukai Cirebon.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah kawasan berikat juga menjadi tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan. Untuk menjawab kebutuhan itu, Bea Cukai Cirebon meluncurkan aplikasi CENTRAL yang ditujukan untuk mempermudah komunikasi serta layanan kepabeanan, terutama bagi perusahaan yang berlokasi jauh dari kantor pelayanan.
Koen mengatakan aplikasi tersebut diharapkan dapat memangkas waktu dan biaya layanan. Ia menyebut beberapa kawasan industri berada hingga puluhan kilometer dari kantor Bea Cukai Cirebon, sehingga layanan berbasis aplikasi dinilai dapat membantu menjaga kelancaran pelayanan tanpa terkendala jarak.
Dalam acara tersebut, Bea Cukai Cirebon juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan pelaku usaha atas kontribusi serta kepatuhan selama 2025. Koen berharap penghargaan itu dapat mendorong perusahaan meningkatkan kinerja dan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai.
Penghargaan Pengguna Jasa Kepabeanan dengan Tingkat Kepatuhan Terbaik 2025 diberikan kepada PT Daiwabo Sheetec Indonesia. Pengguna Jasa Cukai dengan Tingkat Kepatuhan Terbaik diberikan kepada PT Gudang Garam Tbk.
Pengguna Jasa dengan Penerapan IT Kepabeanan dan Cukai Terbaik Tahun 2025 diberikan kepada PT TKG Taekwang Cirebon. Penghargaan Eximer Terbaik Tahun 2025 diberikan kepada Tri Ananto (PT Han Young Indonesia).
Penghargaan Pengguna Jasa dengan Pertumbuhan Kontribusi Kepabeanan dan Cukai Tertinggi diberikan kepada PT Global Infinit Atom. Penghargaan Pengguna Jasa dengan Penyumbang Devisa Ekspor Tertinggi Tahun 2025 diraih PT Shoetown Ligung Indonesia.
Adapun penghargaan Pengguna Jasa dengan Penyumbang Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tertinggi Tahun 2025 diberikan kepada PT H.M. Sampoerna Tbk.