BERITA TERKINI
BPR Tuah Karimun Siapkan Peluncuran Smart Plus dan Kartu Plus, Targetkan Mulai 1 Juni 2026

BPR Tuah Karimun Siapkan Peluncuran Smart Plus dan Kartu Plus, Targetkan Mulai 1 Juni 2026

KARIMUN — BPR Tuah Karimun menyiapkan peluncuran dua produk layanan digital, yakni aplikasi Smart Plus dan Kartu Plus, sebagai bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Kedua produk ini dirancang untuk mempermudah aktivitas transaksi perbankan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan digitalisasi core banking agar transaksi dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan real-time.

Plt Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan kehadiran Smart Plus dan Kartu Plus menjadi langkah penting dalam mendukung kemudahan transaksi nasabah di Kabupaten Karimun. “Kami menghadirkan Smart Plus dan Kartu Plus agar nasabah dapat menarik dana dari tabungan mereka dengan lebih praktis. Ini adalah langkah besar kami dalam mendigitalisasi layanan perbankan di Karimun,” ujar Siska, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Siska, manajemen bank saat ini juga menggencarkan pemasangan aplikasi di berbagai wilayah. Proses instalasi disebut telah menjangkau Tanjungbatu, Buru, Belat, Kundur Barat (Kuba), Kundur Utara (Kuta), Moro, Durai, hingga Sugie Besar.

Antusiasme nasabah terhadap layanan digital tersebut, kata dia, terus meningkat. Hingga saat ini, sebanyak 1.300 nasabah dari kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tercatat telah menginstal aplikasi Smart Plus. Jumlah itu masih dikejar dari target awal sekitar 4.000 nasabah PPPK.

Siska menambahkan, aplikasi Smart Plus saat ini baru mendukung perangkat Android. Bagi nasabah pengguna perangkat Apple (iOS), layanan tarik tunai masih dapat dilakukan di konter yang tersedia atau melakukan top-up melalui e-wallet.

Ia menjelaskan Smart Plus dan Kartu Plus dirancang saling melengkapi dalam membangun ekosistem perbankan digital yang terintegrasi. Smart Plus merupakan pengembangan layanan core banking yang memungkinkan nasabah mengakses data transaksi secara personal, termasuk mengecek saldo dan memantau aktivitas transaksi kapan saja.

Namun, Smart Plus masih menunggu persetujuan akhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum dapat digunakan secara penuh. Sementara itu, Kartu Plus disebut telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Pada tahap awal, fitur utama Kartu Plus difokuskan untuk layanan pengecekan saldo, sebelum nantinya fitur transaksi dibuka secara menyeluruh.

Meski mengusung layanan berbasis digital, BPR Tuah Karimun menyatakan tetap berkomitmen menjangkau nasabah di wilayah terpencil. Manajemen telah menyusun pemetaan dan menurunkan tim ke lapangan untuk membantu proses instalasi aplikasi hingga aktivasi layanan. “Kami ingin memastikan layanan ini menjangkau seluruh pelosok, termasuk pulau-pulau terpencil. Tim kami akan turun langsung untuk melakukan aktivasi setelah nasabah mengisi formulir pengajuan dan verifikasi,” kata Siska.

Program transformasi digital tersebut ditargetkan meluncur pada 1 Juni 2026. Selain menunggu persetujuan OJK, BPR Tuah Karimun juga mengejar target aktivasi minimal 50 persen dari total nasabah PPPK agar ekosistem digital dapat berjalan optimal sejak hari pertama peluncuran.

Ke depan, nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai layanan transaksi digital melalui satu aplikasi, mulai dari cek saldo, top-up, hingga melihat riwayat transaksi.