Canva resmi memperkenalkan fitur Canva Offline bagi pengguna di Indonesia. Melalui fitur ini, pengguna tetap dapat merancang dan menyunting desain meski perangkat sedang tidak terhubung ke jaringan internet.
Peluncuran Canva Offline disebut sebagai bagian dari pengembangan Canva AI 2.0, yang diklaim sebagai pembaruan paling signifikan sejak perusahaan berdiri pada 2013. Dengan mode luring, pengguna tetap bisa menjalankan proses kreatif seperti mengedit elemen desain hingga mengunggah gambar dari penyimpanan lokal tanpa harus bergantung pada koneksi internet.
Sejumlah kemampuan yang ditawarkan Canva Offline mencakup penyuntingan desain yang sudah ada tanpa koneksi aktif, pembuatan proyek desain baru dari awal di perangkat pengguna, sinkronisasi otomatis seluruh perubahan saat perangkat kembali online, serta unggah file gambar atau aset grafis langsung dari memori lokal ponsel maupun komputer.
Canva menjelaskan, seluruh pekerjaan yang dilakukan selama mode offline akan tersimpan dan disinkronkan ke server Canva secara otomatis ketika perangkat kembali mendapatkan akses internet.
Canva menyatakan kehadiran fitur ini ditujukan untuk mendukung tren kerja jarak jauh yang semakin berkembang di Indonesia. Variasi kualitas koneksi di berbagai wilayah serta kondisi geografis dinilai menjadi pertimbangan dalam menghadirkan mode luring tersebut.
Country Manager Canva Indonesia, Stefani Herlie, mengatakan fitur ini bermanfaat bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Menurutnya, pengguna tetap dapat produktif saat berada dalam perjalanan, bepergian, atau berada di lokasi dengan akses internet terbatas.
Dalam pembaruan Canva AI 2.0, Canva juga menyoroti arah pengembangan menuju platform all-in-one. Canva AI 2.0 pertama kali diperkenalkan pada ajang Canva Create dan membawa visi sebagai alat produktivitas generasi terbaru, termasuk pengalaman agentic untuk membantu pengerjaan ide, kolaborasi, hingga hasil akhir dalam satu ekosistem.
Canva menilai arsitektur terbaru ini dapat menyederhanakan proses kreatif yang sebelumnya lebih rumit, sekaligus meningkatkan efisiensi. Disebutkan pula bahwa pengguna dapat menyusun data terstruktur serta membuat konten yang lebih personal dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Pembaruan ini disebut memperkuat posisi Canva di pasar global, dengan jumlah pengguna yang telah mencapai 265 juta orang. Perusahaan berharap inovasi tersebut dapat membantu lebih banyak individu menciptakan pengalaman digital yang lebih interaktif dan menarik.