Canva meluncurkan fitur terbaru bernama Canva Offline untuk pasar Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengguna tetap membuat dan menyelesaikan pekerjaan desain meski sedang tidak terhubung ke internet. Peluncuran tersebut disebut sebagai bagian dari pembaruan Canva AI 2.0, yang digambarkan sebagai evolusi besar sejak platform itu pertama kali diperkenalkan.
Melalui Canva Offline, pengguna dapat mengedit dokumen, memodifikasi elemen penting, serta memasukkan gambar dari penyimpanan lokal perangkat saat berada dalam kondisi luring. Ketika koneksi internet kembali tersedia, seluruh perubahan akan disinkronkan secara otomatis ke sistem awan.
Kehadiran fitur luring ini dinilai relevan dengan kebutuhan kerja fleksibel di Indonesia, termasuk produktivitas berbasis perangkat seluler dan kolaborasi hibrida. Manfaatnya disebut dapat dirasakan oleh beragam pengguna, mulai dari pelajar yang mengerjakan presentasi saat perjalanan, pelaku UMKM yang menyiapkan materi promosi di luar ruangan, hingga tim perusahaan yang bekerja dari lokasi berbeda.
Pimpinan Canva Indonesia, Stefani Herlie, menyampaikan bahwa peluncuran fitur ini ditujukan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika kerja masyarakat yang mobilitasnya tinggi. Menurutnya, kondisi sinyal yang tidak stabil atau perjalanan jauh seharusnya tidak lagi menjadi hambatan untuk tetap berkarya.
Canva Offline juga diposisikan sebagai salah satu bagian dari visi Canva AI 2.0 yang sebelumnya diumumkan dalam ajang Canva Create 2026. Pembaruan itu disebut mengarah pada transformasi Canva menjadi ekosistem all-in-one, dengan integrasi kecerdasan buatan untuk mendukung proses dari penggalian ide, eksekusi desain, kolaborasi tim, hingga publikasi karya dalam satu tempat.
Canva menyoroti perjalanan platformnya yang lebih dari satu dekade lalu berupaya menyederhanakan perangkat lunak desain yang dikenal rumit dan mahal menjadi layanan berbasis peramban yang lebih mudah digunakan. Saat ini, Canva menyebut basis pengguna aktif bulanan mereka telah melampaui seperempat miliar orang di seluruh dunia, dan fase Canva AI 2.0 menandai langkah baru yang didukung riset internal serta investasi pada pemodelan dasar desain untuk menghadirkan pengalaman agen AI yang interaktif.
Pembaruan tersebut juga disertai peningkatan arsitektur komputasi untuk mengurangi kerumitan teknis dalam proses desain. Dengan arsitektur baru itu, Canva menyatakan pengguna tidak hanya menyusun gambar, tetapi juga dapat membuat lembar data terstruktur, materi digital interaktif, hingga memproduksi konten khusus dalam jumlah besar secara instan.
Melalui penggabungan fitur pintar dan pengurangan ketergantungan pada konektivitas, Canva menegaskan komitmennya untuk memperluas akses desain yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Perusahaan menilai langkah ini dapat membantu lebih banyak orang menghasilkan karya visual berkualitas secara lebih efisien.