Pencarian informasi mengenai status penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) meningkat seiring proses penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini aktif mengecek apakah nama mereka masih tercatat sebagai penerima bantuan pada 2026.
BPNT atau bantuan sosial sembako kembali disalurkan kepada masyarakat yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pada penyaluran tahap terbaru, bantuan yang diberikan sebesar Rp600.000, yang merupakan akumulasi untuk tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni 2026.
Untuk memeriksa status penerima BPNT 2026 melalui ponsel, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos. Melalui aplikasi tersebut, penerima dapat melihat status apakah masih terdaftar sebagai penerima bantuan.
Penyaluran BPNT dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah agar bantuan tepat sasaran dan mudah diakses. Dana bantuan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank penyalur, sementara di sejumlah wilayah tertentu digunakan mekanisme pencairan melalui kantor pos.
Untuk penyaluran melalui perbankan, pemerintah bekerja sama dengan bank-bank Himbara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN). Melalui skema ini, dana bantuan masuk langsung ke rekening penerima sesuai data yang telah diverifikasi.
Di sejumlah daerah, pencairan bantuan dilaporkan sudah mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, di mana sejumlah warga menyampaikan bahwa dana bantuan telah masuk ke rekening KKS masing-masing.