Changan Automobile menegaskan bahwa daya saing mereka di pasar global tidak hanya bertumpu pada pemasaran, melainkan pada fondasi riset dan pengembangan (R&D) yang besar. Perusahaan menyebut teknologi sebagai salah satu basis utama untuk membangun kepercayaan konsumen, dengan dukungan ribuan tenaga ahli dari berbagai negara.
Wakil Direktur Utama China Changan Automobile Group Co., Ltd., Jia Lishan, dalam wawancara di Chongqing, Tiongkok, menjelaskan bahwa perusahaan menempatkan kepercayaan pada tiga pilar utama, salah satunya teknologi. Pilar ini ditopang oleh tim R&D berjumlah 24.000 orang yang berasal dari 31 negara.
Menurut Jia, kerja R&D tersebut berkontribusi pada perolehan ribuan hak paten yang mencakup sejumlah bidang, termasuk teknologi baterai, sistem kemudi otonom (self-driving), dan pengembangan kabin pintar. Changan juga memaparkan laju pengajuan paten mereka sepanjang Januari hingga November 2023, yakni 5.602 permohonan paten baru atau rata-rata sekitar 18 paten per hari.
Dari sisi pendanaan, perusahaan menyatakan secara konsisten mengalokasikan 5 persen dari total pendapatan penjualan tahunan untuk R&D. Investasi ini disebut turut mengukuhkan posisi Changan sebagai pemimpin dalam evaluasi National Enterprise Technology Center selama 14 tahun berturut-turut.
Fokus riset Changan diarahkan pada area strategis, salah satunya pengembangan teknologi baterai. Untuk bidang tersebut, perusahaan memiliki lembaga riset khusus yang diperkuat 1.200 personel, termasuk ratusan pakar senior dan talenta akademik.
Secara infrastruktur, Changan menyebut memiliki 44 pusat riset teknologi dan lebih dari 200 laboratorium di berbagai wilayah. Dalam kunjungan jurnalis detikOto ke pusat R&D Changan di pinggiran Chongqing, terlihat aktivitas pengujian intensif, tidak hanya terhadap prototipe kendaraan terbaru, tetapi juga sejumlah kendaraan merek lain yang digunakan sebagai objek analisis.
Selain mengejar teknologi baru, Changan juga menyoroti aspek efisiensi dan keberlanjutan. Salah satu contoh yang disebut adalah teknologi “Blue Core Hybrid” yang diklaim memiliki tingkat efisiensi bahan bakar sangat tinggi, sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan performa, kecanggihan, dan pertimbangan lingkungan serta ekonomi.
Changan juga menekankan pendekatan ekosistem inovasi yang terbuka dengan melibatkan ilmuwan dari berbagai negara. Menurut perusahaan, keragaman perspektif ini ditujukan untuk mempercepat adaptasi terhadap perubahan teknologi dan preferensi konsumen, sekaligus menjaga daya saing di pasar global.
Melalui investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia, paten, dan fasilitas riset, Changan menyatakan ingin memperkuat posisinya sebagai produsen otomotif yang menempatkan inovasi sebagai inti pengembangan produk dan arah mobilitas ke depan.