Sebanyak delapan peserta asal Kabupaten Landak mengikuti Pelatihan Nondiskriminasi dan Aplikasi Pengaduan JAPBUSI yang digelar di Kota Pontianak. Keberangkatan mereka dilepas oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Landak, Yuliana Titiari, pada Rabu (20/5/2026).
Ketua DPC F.Hukatan KSBSI Landak, Hermanto, menyampaikan bahwa para peserta merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengurus serikat pekerja. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai hak-hak dasar pekerja serta mekanisme pengaduan digital di sektor kelapa sawit.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jaringan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) melalui proyek Realizing Trade Gains Free from Gender Discrimination and Child Labour (RealGains). Program ini bertujuan memperkuat ekosistem perdagangan dan investasi berkelanjutan di sektor kelapa sawit melalui pemenuhan Hak-Hak Dasar di Tempat Kerja (FPRW), terutama terkait penghapusan diskriminasi gender dan pekerja anak.
Hermanto menjelaskan, sektor kelapa sawit di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kondisi kerja yang dinilai belum sepenuhnya aman, kerentanan pekerja perempuan terhadap paparan bahan kimia, serta terbatasnya akses terhadap perlindungan maternitas dan jaminan sosial.
“Melalui pelatihan ini, para pengurus serikat buruh diharapkan mampu memahami penerapan nondiskriminasi di lingkungan kerja serta dapat menggunakan aplikasi pengaduan digital untuk membantu pekerja menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan,” kata Hermanto.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Kamis–Jumat, 21–22 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Orchad, Jalan Gajah Mada, Benua Melayu Darat, Pontianak.
Selain peningkatan kapasitas peserta, program ini juga menargetkan para pengurus untuk melakukan sosialisasi lanjutan kepada sedikitnya 30 anggota di unit kerja masing-masing. Dengan langkah tersebut, pelaksana kegiatan menargetkan jangkauan program sekitar 5.250 pekerja di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.
Yuliana Titiari menyampaikan apresiasi kepada DPC F.Hukatan KSBSI Landak dan jejaring JAPBUSI yang menginisiasi kegiatan penguatan kapasitas tersebut. “Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Landak melalui Disperinaker sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC F.Hukatan KSBSI Landak dan jejaring JAPBUSI yang telah menginisiasi gerakan penguatan kapasitas ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak manajemen perusahaan yang mendukung hak pekerja untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan sesuai amanat regulasi. Pemerintah daerah berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, menyerap materi secara maksimal, serta menjaga nama baik organisasi dan perusahaan selama kegiatan berlangsung.