BERITA TERKINI
Departemen Perikanan UGM Matangkan SEMNASKAN XXIII, Dorong Kolaborasi Riset Perikanan dan Kelautan

Departemen Perikanan UGM Matangkan SEMNASKAN XXIII, Dorong Kolaborasi Riset Perikanan dan Kelautan

Yogyakarta—Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mematangkan persiapan Seminar Nasional Tahunan XXIII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXIII) melalui rapat review pemakalah. Rapat tersebut digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di Ruang 202 Departemen Perikanan UGM.

Rapat dipimpin Ketua Panitia kegiatan dan Ketua Sesi Naskah, Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D., bersama Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi. Forum ini dihadiri dosen, guru besar, panitia, serta sivitas akademika yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar, dan menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai aspek pelaksanaan SEMNASKAN XXIII berjalan optimal.

SEMNASKAN merupakan agenda ilmiah tahunan Departemen Perikanan UGM sejak 2003. Kegiatan ini berkembang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, dan praktisi perikanan guna mendiseminasikan hasil penelitian sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi.

Pada 2026, SEMNASKAN XXIII mengangkat tema “Blue Foods: Potensi dan Pengelolaan Berkelanjutan Sistem Pangan Biru Berbasis Perairan Lokal”. Tema tersebut menyoroti potensi pangan akuatik Indonesia serta pentingnya pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya laut dan perikanan, pengembangan blue food dinilai memiliki peluang strategis berbasis inovasi, teknologi, dan keberlanjutan, dengan cakupan yang tidak hanya terkait produksi pangan, tetapi juga aspek ekonomi, kesehatan, industri, hingga pengembangan masyarakat pesisir.

SEMNASKAN XXIII juga direncanakan menghadirkan berbagai kelas dan bidang kajian, mulai dari akuakultur, manajemen sumber daya akuatik, penangkapan ikan, sosial ekonomi perikanan, mikrobiologi, mutu dan keamanan produk perikanan, hingga pangan fungsional berbasis sumber daya akuatik. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas peluang kolaborasi antarpeneliti.

Melalui rangkaian persiapan tersebut, Departemen Perikanan UGM menegaskan seminar ilmiah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang penting untuk membangun ekosistem riset yang hidup dan berdampak. Persiapan yang dilakukan diharapkan menghadirkan forum ilmiah yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mendorong solusi bagi pengembangan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga disebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui penguatan jejaring riset dan diseminasi ilmu pengetahuan untuk mendukung sektor perikanan yang inovatif dan berkelanjutan.