BERITA TERKINI
Dewi Natalia Tekankan Pendidikan Karakter di Era Digital: "Karakter Tidak Bisa Diunduh"

Dewi Natalia Tekankan Pendidikan Karakter di Era Digital: "Karakter Tidak Bisa Diunduh"

Lumajang—Transformasi digital yang berlangsung cepat dinilai membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Di tengah kemudahan akses informasi, pendidikan karakter disebut tetap menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi masa depan yang tangguh secara moral dan sosial.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kecakapan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, anak-anak perlu dibekali karakter yang kuat, empati, disiplin, dan nilai kemanusiaan.

“Informasi bisa dicari di internet, tetapi karakter tidak bisa diunduh. Di sinilah pentingnya peran guru dan orang tua,” ujar Dewi Natalia dalam kegiatan Lumajang Excellence Education di GOR Wira Bhakti, Jumat (15/5/2026).

Dewi Natalia menilai Generasi Alpha saat ini tumbuh sangat dekat dengan teknologi digital. Akses informasi yang cepat membuka peluang belajar lebih luas, namun juga memunculkan tantangan seperti menurunnya interaksi sosial serta lemahnya penyaringan informasi yang tidak sesuai usia.

Karena itu, ia menekankan perlunya keseimbangan antara kecakapan digital dan penguatan karakter. Ia juga menyebut peran guru kini tidak hanya sebagai pengajar, tetapi penuntun yang membantu anak memahami nilai dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak hidup di era digital dengan akses informasi tanpa batas. Tetapi nilai empati, disiplin, dan tanggung jawab tetap harus dibangun lewat pendidikan dan keteladanan,” katanya.

Ia turut menyoroti pentingnya keteladanan dari lingkungan keluarga dan sekolah. Anak, menurutnya, belajar bukan hanya dari materi pelajaran, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari.

Untuk itu, Dewi Natalia mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah dan keluarga. Guru diminta terus adaptif terhadap perkembangan metode pembelajaran modern, sementara orang tua perlu menghadirkan pola pengasuhan yang sehat dan komunikatif.

Bagi Kabupaten Lumajang, penguatan karakter disebut menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Generasi unggul, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi dan akademik, tetapi juga integritas serta kepedulian sosial di tengah perubahan zaman.