BERITA TERKINI
Disdik Makassar: Aplikasi Lontara+ Minimalkan Percaloan dalam SPMB 2026

Disdik Makassar: Aplikasi Lontara+ Minimalkan Percaloan dalam SPMB 2026

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Achi Soleman mengklaim aplikasi Lontara+ dapat meminimalisir praktik percaloan dalam tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Melalui sistem digital tersebut, proses pendaftaran hingga verifikasi berkas disebut dapat dipantau secara real-time.

“Secara sistem itu bisa kita minimalisir, tapi di luar sistem itu sebenarnya di luar kemampuan kita. Jadi, memang harus ada pengawasan melekat,” ujar Achi Soleman, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Achi, Lontara+ dirancang untuk membuat proses pendaftaran dan verifikasi SPMB lebih transparan dan akuntabel. Disdik Makassar, kata dia, dapat memantau kinerja operator sekolah selama proses penerimaan berlangsung.

Melalui dashboard sistem, Disdik dapat melihat data jumlah pendaftar, kuota penerimaan, hingga persentase berkas yang sudah diverifikasi. Jika ada keterlambatan dalam proses verifikasi, Disdik dapat segera melakukan evaluasi terhadap operator sekolah terkait.

“Kita bisa lihat total pendaftarnya berapa, penerimaan berapa, sudah berapa persen. Kalau ada berkas yang lama diproses, kita bisa evaluasi langsung operator. Misalnya ada kendala A, B, C, D, maka solusi bisa segera diberikan,” jelasnya.

Achi mencontohkan, sistem akan menampilkan data ketika mendekati penutupan SPMB masih terdapat berkas yang belum diverifikasi. Dalam kondisi tersebut, operator sekolah akan diberikan teguran sekaligus batas waktu penyelesaian agar proses tetap berjalan sesuai jadwal.

“Dalam waktu dua jam, mereka harus memverifikasi semuanya. Jadi memang butuh ketepatan waktu agar proses berjalan cepat,” tambahnya.

Selain itu, Lontara+ disebut memiliki fitur pengawasan internal yang hanya dapat diakses Disdik dan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Fitur ini memungkinkan pimpinan daerah memantau langsung jalannya SPMB dan menindaklanjuti bila ada berkas yang belum diverifikasi.

“Bapak langsung lihat juga, jadi ini yang dimaksud dengan pengawasan melekat atau waskat. Dengan sistem Lontara+, ketika ada berkas tidak diverifikasi, itu langsung terbaca oleh Pak Wali. Pak Wali bisa menegur secara langsung agar segera diperbaiki,” tegas Achi.