Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau memperkuat pengawasan serta penanganan gangguan jaringan internet pada layanan wifi publik yang tersedia di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga akses internet masyarakat tetap stabil dan cepat.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dashboard khusus untuk memantau kondisi jaringan wifi yang terpasang di berbagai lokasi. Melalui sistem tersebut, tim teknis dapat mengetahui titik jaringan yang mengalami gangguan secara langsung.
“Kami ada dashboard untuk memonitor wifi yang terpasang, sehingga tim kami tahu di mana jaringan internet yang mengalami gangguan,” ujar Didi Rahmadi saat ditemui, Senin (18/5/2026).
Menurut Didi, dashboard pemantauan membantu proses pengawasan layanan internet publik karena gangguan dapat terdeteksi lebih cepat. Dengan monitoring terintegrasi, penanganan gangguan dinilai menjadi lebih efektif.
Selain memanfaatkan teknologi pemantauan, Diskominfo Berau juga memperkuat koordinasi dengan vendor penyedia layanan internet. Salah satu upaya yang ditempuh adalah membentuk grup komunikasi melalui aplikasi WhatsApp yang melibatkan tim Diskominfo dan pihak vendor.
“Sehingga jika ada gangguan atau ada pemberitahuan dari masyarakat ada wifi yang tidak berfungsi, kami langsung dapat menginformasikan kepada tim untuk menelusuri dan melakukan perbaikan jaringan,” jelasnya.
Didi menambahkan, laporan dari masyarakat menjadi sumber informasi penting untuk mendukung kelancaran layanan wifi publik. Karena itu, Diskominfo membuka ruang komunikasi agar kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Ia berharap keberadaan wifi publik terus bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan publik, serta kebutuhan komunikasi digital sehari-hari. Diskominfo Berau juga menyatakan akan melakukan evaluasi berkala terhadap kualitas layanan internet.
“Kami akan melakukan pemantauan secara rutin dan koordinasi yang cepat, jadi kami harapkan gangguan jaringan dapat diminimalkan sehingga akses internet masyarakat tetap optimal,” tutupnya.