Penggunaan gawai pada anak kini semakin sulit dihindari. Namun, orang tua tetap perlu mengatur pemakaiannya agar tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Hal itu disampaikan dokter anak Dr. Raisa Lestari dalam program Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Raisa, layar gawai bukanlah musuh dan tidak selalu harus dihindari. Yang dibutuhkan adalah penggunaan yang seimbang dan terarah, sehingga waktu bermain dan belajar anak tidak tergantikan sepenuhnya oleh aktivitas di depan layar.
Salah satu langkah utama, kata dia, adalah menetapkan batas waktu yang disesuaikan dengan usia. Ia merekomendasikan anak di bawah 2 tahun hanya menggunakan layar untuk keperluan panggilan video. Sementara anak usia 2–5 tahun dibatasi maksimal 1 jam per hari dengan pilihan konten yang bermanfaat.
Raisa menekankan pentingnya membedakan aturan berdasarkan kelompok usia karena kebutuhan dan perkembangan anak tidak sama. Karena itu, orang tua disarankan membuat aturan penggunaan yang jelas dan konsisten sesuai tahap perkembangan anak.
Selain pembatasan durasi, orang tua juga diminta memanfaatkan fitur parental control pada perangkat yang digunakan anak. Fitur ini dapat membantu membatasi akses, mengatur waktu penggunaan, serta menyaring konten yang tidak sesuai usia. Pendampingan orang tua juga dinilai penting agar anak memahami apa yang mereka lihat, termasuk sisi positif maupun negatifnya.
Ia menambahkan, interaksi tatap muka tetap menjadi bagian penting dalam proses belajar anak. Menurutnya, anak memiliki gaya belajar yang baik ketika berinteraksi langsung, bukan hanya melalui pengalaman daring.
Untuk mengurangi ketergantungan pada gawai, Raisa mengingatkan orang tua agar menyediakan alternatif kegiatan yang menarik. Beberapa pilihan yang disebutkan antara lain kelompok belajar dengan teman sebaya, membaca buku, menggambar, serta aktivitas lain yang mendukung perkembangan motorik anak.
Dengan pendekatan yang menyeluruh—mulai dari batas waktu, pengawasan konten, pendampingan, hingga pengalihan ke aktivitas nonlayar—anak diharapkan dapat menikmati masa kecil yang terorganisir dan menyenangkan. Keseimbangan antara dunia digital dan pengalaman nyata juga dinilai penting agar pertumbuhan emosional, fisik, dan sosial anak tidak terganggu.