BERITA TERKINI
Dosen Universitas Semarang Raih Gelar Doktor Lewat Riset Blockchain untuk Penelusuran Daging Segar Halal

Dosen Universitas Semarang Raih Gelar Doktor Lewat Riset Blockchain untuk Penelusuran Daging Segar Halal

Dosen Program Studi S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), Whisnumurti Adhiwibowo, S.T., M.Kom, meraih gelar doktor melalui riset pengembangan sistem blockchain untuk memperkuat penelusuran dan validasi daging segar halal. Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap peredaran daging halal, terutama di pasar tradisional.

Gelar doktor tersebut diperoleh Whisnumurti dari Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI) Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam sidang, ia mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Framework Blockchain dalam Penelusuran dan Keberlanjutan Daging Segar Halal dengan Metode Crow Search Algorithm”.

Wakil Rektor III USM, Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom, menyampaikan capaian itu menambah jumlah doktor di lingkungan FTIK USM menjadi 14 orang. Menurutnya, riset yang dilakukan Whisnumurti tidak hanya inovatif, tetapi juga dinilai memiliki manfaat praktis bagi masyarakat.

Dr. April menyebut, alat yang dikembangkan melalui riset tersebut dapat membantu mendeteksi dan memvalidasi kehalalan daging sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap peredaran daging.

Whisnumurti menjelaskan, sistem penelusuran dan jaminan kehalalan daging segar di pasar tradisional masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya terkait transparansi informasi, integritas data, validasi kehalalan, serta pencatatan kondisi distribusi. Kondisi itu membuat bukti digital yang tersedia belum sepenuhnya mampu memperkuat kepercayaan konsumen terhadap status halal suatu produk.

Melalui penelitian ini, ia mengembangkan artefak framework dual-blockchain untuk penelusuran dan keberlanjutan daging segar halal. Sistem tersebut mengintegrasikan blockchain transaksi untuk pencatatan aktivitas halal dan blockchain IoT untuk pencatatan suhu serta kelembaban selama distribusi.

Dalam risetnya, Whisnumurti menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) yang dipadukan dengan System Development Life Cycle (SDLC) melalui tahapan perencanaan, desain, implementasi, hingga evaluasi sistem. Validasi halal diterapkan melalui mekanisme Proof of Authority (PoA) dengan menempatkan penyelia rumah potong hewan (RPH) dan Juru Sembelih Halal (JULEHA) sebagai validator berotoritas. Sementara itu, Crow Search Algorithm (CSA) digunakan untuk mengolah data sensor dan menentukan nilai minimum-maksimum sebagai indikator kondisi ekstrem distribusi.

Hasil penelitian menunjukkan seluruh modul sistem berjalan sesuai spesifikasi. Sinkronisasi data sensor ke blockchain tercatat memiliki latensi rata-rata empat detik dalam lingkungan implementasi terbatas. Tingkat penerimaan pengguna juga mencapai 80,7 persen dengan kategori sangat baik.

Temuan tersebut dinilai relevan untuk memperkuat transparansi, auditabilitas, dan penelusuran digital daging segar halal di pasar tradisional, sekaligus menjadi solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan perlindungan konsumen.