JAKARTA — Pangan disebut menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara. Karena itu, ketersediaan pangan perlu dipenuhi, sekaligus diiringi pengembangan inovasi baru yang berkelanjutan.
Dalam upaya menghasilkan inovasi pangan berkelanjutan di Indonesia, peran generasi muda dinilai penting, terutama mereka yang terlibat dalam kegiatan penelitian. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, dibutuhkan peneliti muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani bereksplorasi dan berinovasi, termasuk mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal guna melahirkan solusi pangan masa depan.
Di tengah kebutuhan tersebut, Program Indofood Riset Nugraha (IRN) dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk hadir sebagai bantuan riset bagi mahasiswa S1. Program ini ditujukan untuk menggali potensi pengembangan produk pangan fungsional berbasis kearifan lokal yang beragam di Indonesia.
Pada 2026 ini, IRN memasuki tahun ke-20 pelaksanaannya. Indofood menyebut perjalanan dua dekade itu sebagai bentuk komitmen yang konsisten dalam mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berkualitas agar dapat menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tahun ini, pelaksanaan Program Indofood Riset Nugraha memasuki usia ke-20 tahun, sebuah wujud nyata komitmen kami untuk mendukung semangat generasi peneliti muda Indonesia,” kata Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, dalam acara 20 Tahun IRN di Setiabudi, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Stefanus menambahkan, momentum pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Ia berharap IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia untuk menjadi scientific-preneur yang inovatif dan siap berkontribusi bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan potensi pangan lokal menjadi solusi sekaligus peluang usaha yang berdampak.
Sementara itu, Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, menilai program tersebut bermanfaat bagi peneliti muda yang diharapkan menjadi tumpuan bangsa pada masa depan.
“IRN hadir bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga turut membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani dan inovatif, serta mendorong mahasiswa untuk berjejaring dan selalu mengembangkan kapasitasnya, agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Purwiyatno.
Selama dua dekade pelaksanaannya, IRN tercatat telah menerima 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari 200 universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.