BERITA TERKINI
Empat Startup Digital Mitra Resmi Kemenkes Lewat Program Regulatory Sandbox

Empat Startup Digital Mitra Resmi Kemenkes Lewat Program Regulatory Sandbox

Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia kian menguat seiring kolaborasi antara startup teknologi dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program Regulatory Sandbox. Program yang diluncurkan sejak Januari 2023 ini dirancang sebagai ruang aman dan terkontrol bagi inovator kesehatan digital untuk mengembangkan, menguji coba, dan menyempurnakan layanan sebelum diadopsi lebih luas dalam sistem pelayanan publik.

Melalui skema ini, startup dapat menguji solusi digital di lingkungan yang terpantau dan diawasi Kemenkes, sekaligus mendapat pendampingan regulasi agar inovasi yang dikembangkan sesuai standar hukum dan etika layanan kesehatan di Indonesia. Dalam prosesnya, peserta yang memenuhi kriteria dapat naik status dari “Tercatat” menjadi “Diawasi”, lalu “Dibina”, yang membuka peluang masuk ke ekosistem layanan publik.

Sejumlah startup yang bergerak dari telemedicine hingga teknologi genomik tercatat telah menjalin kerja sama resmi dengan Kemenkes lewat Regulatory Sandbox. Berikut empat di antaranya.

Getwell

Getwell merupakan salah satu pionir telemedicine lokal yang mengedepankan pendekatan preventif. Selain menyediakan layanan konsultasi daring dengan dokter atau psikolog, Getwell juga memperkuat fitur Digital Therapeutics untuk manajemen penyakit kronis.

Getwell disebut telah meraih sertifikasi keamanan data ISO 27001 dan menggandeng berbagai institusi medis untuk riset, termasuk Universitas Padjajaran (UNPAD) dalam studi tentang diabetes. Pada masa pandemi Omicron, platform ini juga menjadi salah satu dari 17 layanan resmi yang digunakan Kemenkes untuk memfasilitasi isolasi mandiri berbasis digital.

Naluri

Naluri berfokus pada layanan kesehatan mental dan manajemen penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi. Startup asal Malaysia ini telah berekspansi ke Indonesia dan menjadi salah satu startup asing yang diterima dalam Regulatory Sandbox Kemenkes pada 2023.

Dalam program tersebut, Naluri masuk kategori “Diawasi” dan kemudian memperoleh status “Dibina oleh Kemenkes”, yang memungkinkan penggunaan logo resmi selama satu tahun. Status ini disertai pendampingan langsung dari regulator untuk pengembangan layanan serta integrasi ke sistem kesehatan nasional.

Platform Naluri memungkinkan pengguna memantau kondisi fisik dan mental secara bersamaan melalui intervensi berbasis behavioral science, pelatihan kebiasaan sehat, serta dukungan tim multidisiplin seperti psikolog, ahli gizi, dan dokter. Model ini dinilai selaras dengan visi Kemenkes untuk mendorong layanan berbasis pencegahan.

Asa Ren

Didirikan pada 2016, Asa Ren mengembangkan teknologi AI-genomik untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih personal dan berbasis data. Startup ini disebut memiliki lebih dari 2 juta data genom serta ratusan variabel yang dikembangkan untuk mendukung inisiatif pengobatan presisi dan riset terapeutik di Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan Kemenkes dan sejumlah institusi riset, Asa Ren membangun fondasi pemanfaatan teknologi genom dalam pelayanan medis yang lebih akurat, personal, dan prediktif, sejalan dengan arah transformasi digital nasional.

Cexup

Cexup menyediakan solusi white-label telemedicine yang memungkinkan rumah sakit dan klinik menghadirkan layanan konsultasi digital dengan branding mereka sendiri. Cexup memperoleh status “Diawasi” dalam klaster telemedis oleh Kemenkes pada Mei 2023.

Selain layanan konsultasi, Cexup menawarkan integrasi perangkat medis berbasis IoMT (Internet of Medical Things) seperti tele-EKG, USG, hingga layanan kunjungan perawat ke rumah pasien. Sejumlah rumah sakit, termasuk RS UI dan RS Pusdokkes Polri, disebut telah bermitra dengan Cexup untuk menghadirkan layanan kesehatan jarak jauh yang terintegrasi.

Menurut keterangan Kemenkes, Cexup berpotensi memperoleh status “Dibina”. Jika status tersebut diberikan, perusahaan akan mendapatkan pembinaan langsung selama satu tahun dan dapat menggunakan logo “Dibina oleh Kementerian Kesehatan RI” pada produk inovasinya.