Peneliti keamanan siber dari ESET menemukan puluhan aplikasi Android di Google Play yang mengatasnamakan layanan mata-mata untuk memantau aktivitas komunikasi orang lain. Total ada 28 aplikasi yang menjanjikan akses ke log panggilan, riwayat SMS, hingga riwayat panggilan WhatsApp, dan seluruhnya telah diunduh lebih dari 7,3 juta kali.
Dalam laporan yang dipublikasikan melalui WeLiveSecurity, ESET menyebut kelompok aplikasi tersebut dengan nama kolektif “CallPhantom”. Meski tampilan aplikasi bervariasi, pola penipuannya dinilai serupa.
Menurut ESET, aplikasi-aplikasi itu meminta pengguna memasukkan nomor telepon target yang ingin dipantau, lalu mengarahkan pengguna untuk membayar agar bisa mengakses data komunikasi target. Namun setelah pembayaran dilakukan, pengguna justru menerima data yang disebut palsu.
ESET menemukan beberapa aplikasi menghasilkan nomor telepon secara acak dan memasangkannya dengan nama serta informasi panggilan yang sudah tertanam di dalam kode aplikasi. Ada pula aplikasi yang meminta pengguna memasukkan alamat email dengan klaim bahwa data riwayat yang dikumpulkan akan dikirimkan ke alamat tersebut.
Meski demikian, ESET menyatakan aplikasi-aplikasi itu tidak meminta izin akses yang mengganggu dan tidak benar-benar mampu memperoleh data yang dijanjikan. Dampak utama bagi korban adalah kerugian finansial karena telah membayar layanan yang tidak sesuai.
Masalah lain yang disorot adalah mekanisme pembayaran yang membingungkan. Sejumlah aplikasi menggunakan sistem pembayaran resmi Google Play sehingga pengguna masih berpeluang mengajukan pengembalian dana. Namun, sebagian aplikasi lainnya mengarahkan pengguna ke layanan pembayaran pihak ketiga atau formulir kartu kredit di dalam aplikasi.
Dalam satu kasus, ketika pengguna mencoba keluar dari aplikasi, muncul peringatan menyesatkan dengan tampilan menyerupai email baru yang mengklaim hasil riwayat panggilan sudah tersedia. Peringatan itu kemudian mengarahkan pengguna ke layar berlangganan, sebagaimana dikutip dari Android Authority pada Minggu (17/5/2026).
ESET menyebut telah melaporkan 28 aplikasi tersebut kepada Google pada 16 Desember. Saat ini, aplikasi-aplikasi itu dilaporkan sudah dihapus dari Google Play Store.