BERITA TERKINI
Expo Polinema 2026 Dorong Kolaborasi dan Hilirisasi Riset Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Expo Polinema 2026 Dorong Kolaborasi dan Hilirisasi Riset Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Expo Penguatan Ekosistem Inovasi melalui Kekayaan Intelektual dan Kolaborasi untuk Percepatan Hilirisasi Hasil Riset di Graha Polinema, pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi akademisi, peneliti, pelaku UMKM, industri, hingga pemerintah untuk memperkuat hilirisasi riset yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Dalam expo tersebut, puluhan inovasi hasil penelitian dari berbagai perguruan tinggi dipamerkan. Teknologi yang ditampilkan mencakup pengembangan energi, alat pendukung UMKM, inovasi produk, metode pemasaran, hingga sistem tata kelola usaha berbasis riset. Sejumlah stan pameran terlihat dipadati pengunjung yang ingin melihat langsung penerapan teknologi karya kampus.

Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT, menegaskan expo ini menunjukkan inovasi kampus tidak berhenti pada laboratorium maupun publikasi ilmiah. Ia menyatakan penelitian di Polinema diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat serta memberi manfaat langsung bagi mitra.

“Penelitian di Polinema kami arahkan berbasis kebutuhan masyarakat dan problematika yang ada di lapangan. Jadi solusi yang ditawarkan bisa benar-benar bermanfaat bagi mitra,” ujarnya, Rabu (20/5).

Supriatna menjelaskan, kampus juga terus mendorong agar hasil penelitian masuk ke tahap hilirisasi dan implementasi. Bentuk penerapannya antara lain melalui pengabdian masyarakat, pendampingan UMKM, hibah alat teknologi, hingga penguatan sistem administrasi dan pemasaran bagi mitra usaha.

“Ada beberapa hasil dari riset kami yang memang sudah dimanfaatkan UMKM. Ada yang berupa produk, hibah alat, hingga metode marketing untuk mendukung administrasi maupun tata kelola usaha mitra,” katanya.

Selain ditujukan untuk dampak sosial dan ekonomi, hasil penelitian juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Materi riset terbaru diterapkan dalam metode project based learning serta pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi dan tantangan masyarakat.

Expo ini turut diramaikan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Direktur Jenderal Saintek Kemendiktisaintek RI, Direktur Utama PT KAI Property Management, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, serta Direktur Polinema. Diskusi membahas penguatan ekosistem inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan strategi percepatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

Pihak kampus menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi konsep Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi sebagai ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Berbagai inovasi yang dipamerkan diharapkan dapat mendorong efek berganda bagi peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan UMKM berbasis teknologi.

“Kami harapkan ada sinergi untuk penguatan kualitas riset yang berdampak terhadap kebermanfaatan sosial dan ekonomi masyarakat,” tandas Supriatna.