BERITA TERKINI
FEB Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis Digital Sejak Kuliah

FEB Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis Digital Sejak Kuliah

Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda memandang dunia kerja. Ukuran kesuksesan tidak lagi semata bekerja di perusahaan besar, tetapi juga kemampuan menciptakan peluang usaha secara mandiri. Munculnya bisnis online, content creator entrepreneur, hingga usaha berbasis media sosial turut mendorong meningkatnya minat anak muda terhadap dunia kewirausahaan.

Merespons perubahan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa membangun bisnis sejak masih kuliah.

Melalui Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital, mahasiswa diajak memahami perkembangan bisnis di era digital. Materi yang dipelajari mencakup manajemen usaha, digital marketing, komunikasi bisnis, strategi branding, perilaku konsumen, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran modern.

Selain penguasaan materi, mahasiswa juga didorong membangun mindset entrepreneur yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pola pikir ini dinilai penting karena dunia kerja membutuhkan generasi muda yang mampu melihat peluang dan menciptakan solusi baru di tengah persaingan industri yang dinamis.

Dekan FEB Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, mengatakan mahasiswa perlu dipersiapkan agar mampu bersaing sekaligus berinovasi di era ekonomi digital.

“Mahasiswa saat ini harus memiliki kemampuan lebih dari sekadar memahami teori. Mereka perlu belajar bagaimana membangun ide bisnis, membaca peluang pasar, memanfaatkan teknologi digital, hingga mengembangkan kreativitas agar mampu bersaing di masa depan. Karena itu, FEB Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia bisnis digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (22/5).

Ia menambahkan, UNM juga menyediakan ruang pengembangan potensi mahasiswa melalui sejumlah lembaga pendukung. Salah satunya Nusa Mandiri Start Up Center yang menjadi wadah pengembangan startup dan bisnis mahasiswa berbasis inovasi digital.

“Melalui lembaga tersebut, mahasiswa dapat belajar membangun ide usaha, mengembangkan model bisnis, hingga memahami strategi pemasaran digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Kehadiran Nusa Mandiri Start Up Center diharapkan mampu mendorong lahirnya entrepreneur muda yang kreatif dan siap menghadapi tantangan industri modern,” kata Ida.

Menurutnya, dukungan pengembangan karier juga diberikan melalui Nusa Mandiri Career Center. Lembaga ini membantu mahasiswa meningkatkan kesiapan menghadapi dunia profesional melalui pelatihan soft skill, pengembangan personal branding, seminar karier, serta informasi peluang magang dan kerja sama industri.

UNM juga menghadirkan Nusa Mandiri Innovation Center sebagai sarana pengembangan ide kreatif dan inovatif. Fasilitas ini ditujukan untuk mendorong mahasiswa menghasilkan karya, solusi bisnis, serta inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Ida menyebut mahasiswa FEB UNM turut memiliki kesempatan terlibat dalam berbagai proyek bisnis dan praktik kewirausahaan sebagai bagian dari pengalaman belajar. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami proses membangun bisnis mulai dari perencanaan, branding produk, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan bisnis berbasis media sosial.

“Dengan pendekatan pembelajaran yang mengikuti perkembangan industri digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri berkomitmen menciptakan lulusan yang tidak hanya siap menjadi profesional di dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi entrepreneur muda yang mandiri, inovatif, dan siap menciptakan peluang usaha di era digital,” tutupnya.