BERITA TERKINI
FMIPA Unsoed dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Mahasiswa Kembangkan Machine Learning untuk Isu Lingkungan

FMIPA Unsoed dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Mahasiswa Kembangkan Machine Learning untuk Isu Lingkungan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui sejumlah skema kerja sama penelitian dan program magang riset. Salah satu wujud kolaborasi tersebut ditunjukkan dalam seminar hasil penelitian skripsi dua mahasiswa FMIPA Unsoed yang digelar pada Rabu (6/5/2026).

Dua mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA Unsoed, M. Dzaky Dani Anto dan Ihsan Farhan Maulana, mempresentasikan hasil tugas akhir yang dikembangkan bersama peneliti BRIN. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kerja sama FMIPA Unsoed dan BRIN telah berlangsung sejak 2024, salah satunya melalui program magang riset Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui skema tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam ekosistem riset di lembaga riset nasional.

Pada 2025, FMIPA Unsoed mengirimkan empat mahasiswa untuk mengikuti magang riset di BRIN. Dua di antaranya, Dzaky dan Ihsan, melanjutkan topik magang menjadi tugas akhir dengan skema co-supervision antara dosen Matematika Unsoed Mutia Nur Estri, M.Kom., dan peneliti BRIN Yuli Sudriani, S.Kom., MMSI.

Dzaky mengangkat penelitian berjudul “Penerapan Topological Data Analysis pada Eco-Adsorbent Kulit Pisang (Musa acuminata)”, sedangkan Ihsan meneliti “Reinforcement Learning Berbasis Surrogate Model untuk Kombinasi Material Bioadsorpsi dalam Pengurangan Logam Berat pada Air Limbah”. Kedua penelitian tersebut mengintegrasikan pendekatan machine learning dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Saya menemukan potensi kebaruan yang besar dari topik eco-adsorbent. Jadi, saya tertarik untuk melanjutkan riset ini ke tugas akhir,” ujar Dzaky.

Dzaky dan Ihsan menilai pengalaman kolaborasi riset bersama BRIN memberikan manfaat dalam pembentukan karakter serta ketahanan sebagai peneliti muda. “Manfaat yang didapat sangat banyak, salah satunya melatih jiwa researcher resilience yang berguna untuk pulih dari kemunduran, mengelola tekanan, dan mempertahankan kemajuan meskipun menghadapi tantangan penelitian,” terang Dzaky.

Sementara itu, Ihsan berharap kerja sama FMIPA Unsoed dan BRIN dapat terus berlanjut agar lebih banyak mahasiswa memperoleh pengalaman riset yang relevan. “Harapan saya, semoga kerja sama FMIPA dengan BRIN dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak mahasiswa FMIPA Unsoed mendapatkan akses magang dan tugas akhir di BRIN serta memperoleh pandangan baru mengenai dunia riset,” ujarnya.