BERITA TERKINI
Fundamental Ekonomi Menguat, Ini 5 Aplikasi Trading Saham yang Banyak Dipakai di Indonesia pada 2026

Fundamental Ekonomi Menguat, Ini 5 Aplikasi Trading Saham yang Banyak Dipakai di Indonesia pada 2026

Kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah sejak 2020 sempat menuai kritik. Namun, dampaknya terhadap nilai tambah industri dinilai signifikan: nilai ekspor produk nikel olahan disebut melonjak dari sekitar USD 3 miliar menjadi lebih dari USD 30 miliar. Seiring percepatan hilirisasi komoditas lain seperti tembaga, bauksit, dan timah, sektor pertambangan dan mineral juga disebut menyumbang lebih dari Rp 170 triliun per tahun ke kas negara melalui royalti, PNBP, dan bagi hasil produksi.

Dari sisi ketahanan fiskal, rasio utang pemerintah terhadap PDB berada di kisaran 38–40%, di bawah batas 60% yang diamanatkan undang-undang dan lebih rendah dibanding rata-rata negara G20 yang mendekati 120%. Defisit APBN disebut terjaga di bawah 3% PDB, dengan realisasi 2024 sekitar 2,3%. Cadangan devisa berada di kisaran USD 140–150 miliar, yang disebut cukup untuk menutup lebih dari enam bulan impor.

Di sisi permintaan domestik, Indonesia disebut memiliki lebih dari 140 juta penduduk usia produktif. Pertumbuhan kelas menengah diperkirakan bertambah 6–8 juta orang per tahun, membentuk basis konsumsi yang relatif tidak bergantung pada stimulus eksternal. McKinsey memproyeksikan konsumsi rumah tangga Indonesia dapat melampaui USD 1 triliun sebelum 2030, dengan sektor consumer goods, perumahan, kesehatan, dan pendidikan disebut menjadi penerima manfaat utama.

Faktor geopolitik turut disebut memperkuat daya tarik Indonesia. Dalam konteks perang dagang AS–China, posisi non-blok dinilai menjadi aset ekonomi. Arus FDI disebut tumbuh konsisten melampaui USD 47 miliar pada 2024, sementara current account berada pada defisit moderat 0,1–0,5% PDB.

Dari sisi kebijakan moneter, inflasi disebut terkendali di kisaran 2–3% dengan suku bunga acuan di 5,75%, sehingga Bank Indonesia dinilai memiliki ruang pelonggaran. Secara historis, dalam dua siklus pemangkasan BI terakhir, IHSG rata-rata disebut menguat 20–30% dalam 12 bulan setelah pemangkasan pertama.

Di tengah kombinasi hilirisasi, fundamental fiskal, demografi, dinamika geopolitik, dan potensi siklus suku bunga, minat masyarakat terhadap investasi pasar modal ikut meningkat. Berikut lima aplikasi trading saham yang disebut banyak digunakan dan menawarkan beragam fitur untuk akses pasar modal Indonesia.

1. Pluang
Pluang menawarkan ekosistem multi-aset dengan klaim telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna. Dalam satu aplikasi, pengguna dapat mengakses 2.000+ produk investasi, mulai dari crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS. Pluang juga menyebut menawarkan akses ke 950+ saham Indonesia serta fitur analisis seperti charting modern, Stock Screener, dan data finansial. Disebut pula adanya kebijakan biaya transaksi kompetitif termasuk promo trading fee 0% serta opsi tanpa minimum deposit dengan top up melalui RDN. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi OJK. Catatan risiko: harga saham dapat berfluktuasi dan pengguna perlu menyesuaikan dengan profil risiko.

2. Ajaib (Saham)
Ajaib adalah platform investasi saham dan reksa dana yang tersedia melalui aplikasi dan web. Produk yang ditawarkan mencakup akses ke seluruh saham yang tercatat di BEI serta reksa dana. Fitur yang disebut tersedia antara lain auto-order (take profit/stop loss) dan price alerts. Catatan risiko: investasi pasar modal mengandung risiko fluktuasi harga saham/NAV reksa dana serta biaya dan ketentuan pajak yang perlu diperhatikan.

3. Stockbit
Stockbit menggabungkan komunitas, analisis, dan perdagangan saham dalam satu ekosistem aplikasi dan web. Fitur yang disebut tersedia mencakup charting, screener, berita, dan data fundamental, serta auto-order, real-time notifications, dan virtual trading. Catatan risiko: pengguna tetap perlu memahami fluktuasi harga saham serta meninjau biaya dan ketentuan pajak.

4. IPOT (Indo Premier)
IPOT menghadirkan perdagangan saham dan instrumen pasar modal melalui web dan aplikasi seluler. Platform ini disebut menyediakan realtime execution dengan otomatisasi RoboTrading, serta charting, indikator teknikal, auto-orders, dan fitur chat. Dukungan produk mencakup saham, ETF, reksa dana, dan obligasi. Catatan risiko: selain fluktuasi harga saham/ETF, obligasi memiliki risiko suku bunga; biaya transaksi dan kewajiban pajak juga perlu diperhatikan.

5. BCA Sekuritas
BCA Sekuritas menyediakan layanan pialang untuk perdagangan saham/ETF di Bursa Efek Indonesia serta akses instrumen pendapatan tetap seperti obligasi. Disebut tersedia kanal web dan mobile dengan fitur Automatic Order (Stop Loss/Take Profit), chart, dan data pasar real-time. Catatan risiko: investasi pasar modal tetap mengandung risiko, termasuk fluktuasi harga saham/ETF serta risiko tingkat bunga dan kredit pada obligasi, serta biaya dan pajak.

Tips memilih aplikasi saham
Sejumlah hal yang dapat dipertimbangkan sebelum memilih aplikasi adalah memastikan layanan beroperasi melalui perusahaan sekuritas berizin dan diawasi OJK, membandingkan biaya transaksi (fee beli/jual) dan minimum setoran RDN, menilai fitur yang dibutuhkan, serta memastikan keamanan data dan dana. Investor juga disarankan memanfaatkan materi edukasi dan menyesuaikan pilihan dengan profil risiko serta tujuan investasi.

Catatan
Investasi saham dan instrumen pasar modal memiliki risiko. Harga dapat berfluktuasi dan keputusan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan serta profil risiko masing-masing.