Google mengumumkan Googlebook, lini laptop baru yang dibekali Gemini Intelligence dan disebut sebagai langkah besar setelah lebih dari 15 tahun pengembangan ekosistem Chromebook. Perangkat ini diperkenalkan sebagai laptop pertama yang sejak awal dirancang untuk mengoptimalkan kinerja kecerdasan buatan berbasis Gemini.
Senior Director Laptops & Tablets Google, Alex Kuscher, mengatakan Googlebook dibuat untuk menghadirkan bantuan yang lebih personal, proaktif, dan kontekstual. “Googlebook adalah laptop pertama yang dirancang dari awal untuk Gemini Intelligence, untuk memberikan bantuan pribadi dan proaktif kapan pun dan di mana pun Anda membutuhkannya,” ujarnya.
Salah satu sorotan pada Googlebook adalah integrasi yang lebih dalam antara Android dan ChromeOS. Kombinasi ini ditujukan untuk membuat pengalaman lintas perangkat lebih mulus dibanding generasi sebelumnya, termasuk kemudahan mengakses file dari ponsel Android tanpa perlu transfer manual. Melalui fitur seperti Quick Access, file dapat dibuka, dicari, hingga digunakan di laptop secara real-time.
Google juga menggandeng sejumlah produsen laptop global—Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo—untuk menghadirkan Googlebook dalam berbagai varian desain dan ukuran. Dari sisi tampilan, perangkat ini disebut mengusung desain premium dengan material berkualitas tinggi. Google turut menonjolkan glowbar, elemen visual yang berfungsi sebagai notifikasi interaktif sekaligus memperkuat estetika perangkat.
Gemini Intelligence diposisikan sebagai inti pengalaman penggunaan Googlebook. Dengan kemampuan AI tersebut, Googlebook diarahkan tidak hanya sebagai laptop, tetapi juga asisten kerja berbasis AI.
Googlebook dijadwalkan meluncur secara global pada musim gugur 2026, sekitar September hingga November. Harga resmi belum diumumkan. Sejumlah analis memprediksi perangkat ini akan bersaing langsung dengan MacBook dari Apple serta laptop Windows premium berbasis AI, seiring meningkatnya minat terhadap perangkat komputasi yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas digital.
Melalui Googlebook, Google menandai babak baru pengembangan laptop dengan AI sebagai pusat pengalaman pengguna, ditopang integrasi Android dan ChromeOS serta desain yang ditujukan untuk segmen premium.