BERITA TERKINI
Guru di Entikong Bagikan Cara Menjaga Fokus Murid Belajar Agama di Tengah Dominasi Gadget

Guru di Entikong Bagikan Cara Menjaga Fokus Murid Belajar Agama di Tengah Dominasi Gadget

Derasnya pengaruh media sosial yang kian membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak menuntut pendidik menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif. Memahami kebiasaan, bahasa, serta keseharian peserta didik dinilai penting agar proses belajar tidak terasa kaku dan membosankan, sehingga nilai yang diajarkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 27 Sungai Raya, Rendi Wandera, mengatakan perkembangan teknologi dan pesatnya arus media sosial menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama dalam upaya membentuk karakter anak di era digital. Menurutnya, tenaga pendidik perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

“Didiklah anak sesuai zamannya. Sekarang anak-anak dekat dengan gadget dan media sosial, maka guru juga harus mampu memanfaatkan itu sebagai media pembelajaran yang positif,” ujarnya dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu, 16 Mei 2026.

Rendi menjelaskan, ia kerap memanfaatkan istilah atau bahasa yang sedang populer di media sosial untuk membangun kedekatan dengan murid saat pembelajaran berlangsung. Namun, penggunaan bahasa tersebut tetap diarahkan secara positif dan terkontrol agar anak-anak lebih mudah memahami materi pelajaran agama dalam suasana yang menyenangkan dan komunikatif.

“Kadang saya memakai bahasa yang mereka kenal di TikTok supaya mereka merasa dekat. Tapi penggunaannya tetap diarahkan untuk hal-hal yang baik dan membangun,” katanya.

Ia menilai, pendekatan yang menyesuaikan dengan dunia anak dapat membuat suasana belajar lebih interaktif, hidup, dan tidak mudah membosankan. Rendi juga menekankan bahwa peran guru saat ini tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga dituntut berinovasi agar pembelajaran tetap menarik di tengah kuatnya pengaruh dunia digital terhadap perhatian dan kebiasaan anak.

“Guru sekarang memang dituntut lebih kreatif. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, anak-anak akan lebih tertarik dengan hal lain dibanding pelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rendi berharap pendidik dan orang tua dapat bersinergi mendampingi anak-anak menghadapi era digital yang semakin terbuka dan penuh tantangan. Ia mengingatkan teknologi seharusnya dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana pendidikan dan pengembangan karakter, bukan semata hiburan yang mengalihkan fokus dari pembelajaran dan pembentukan kepribadian.