BERITA TERKINI
Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Ruang Aman dari Bullying hingga Kecanduan Gawai

Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Ruang Aman dari Bullying hingga Kecanduan Gawai

Fenomena bullying, kecanduan gawai, hingga judi online di kalangan remaja menjadi sorotan dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Cirebon selama sekitar lima hari.

Dalam forum tersebut, Gus Miftah mengajak komunitas pesantren dan para pendidik menjadikan lembaga pendidikan sebagai ruang yang aman bagi santri dan generasi muda. Ia menilai perkembangan teknologi membawa tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama dalam menjaga kesehatan mental dan pembentukan karakter.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai tempat belajar agama, tetapi juga benteng moral untuk menghadapi pengaruh negatif di era digital. “Pesantren harus menjadi tempat yang aman dari aksi bullying, kekerasan verbal, hingga kecanduan gadget yang mulai merusak pola pikir anak-anak muda,” ujar Gus Miftah dalam keterangannya.

Kegiatan PMKNU di Cirebon dihadiri sejumlah kader dan tokoh Nahdlatul Ulama. Selain membahas kepemimpinan, forum kaderisasi tersebut juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai marak terjadi, terutama di lingkungan pendidikan.

Gus Miftah menekankan pentingnya pendekatan humanis serta komunikasi yang baik antara pengajar dan santri sebagai salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Ia juga mendorong adanya pengawasan penggunaan gawai di kalangan pelajar agar tidak terjerumus pada konten negatif maupun praktik judi online.