Upaya memperluas penggunaan aplikasi i-HaTinh terus digencarkan di Provinsi Ha Tinh. Aplikasi ini diposisikan sebagai sarana interaksi digital antara warga dan pemerintah, termasuk untuk pelaporan insiden, akses berita resmi, informasi cuaca, hingga layanan publik.
Nguyen Van Hoa, warga desa Xuan An 9, Komune Nghi Xuan, mengaku mulai memahami beragam fitur i-HaTinh setelah mengikuti sesi pendampingan yang dipandu tim transformasi digital komunitas. Ia menilai fitur pelaporan insiden menjadi salah satu yang paling membantu.
“Sebelumnya, ketika masalah muncul dalam kehidupan sehari-hari atau di lingkungan perumahan, orang-orang harus menulis surat dan mencari tempat yang tepat untuk mengirimkannya agar masalah tersebut dapat diselesaikan. Sekarang, melalui aplikasi ini, hanya dengan menggeser atau mengetuk layar, mereka dapat melaporkan kepada pihak berwenang untuk penyelesaian dan penanganan tepat waktu,” kata Hoa. Ia juga menyebut aplikasi tersebut menyediakan fitur yang dinilai praktis bagi masyarakat, seperti berita resmi, informasi cuaca, dan layanan publik.
Di Komune Nghi Xuan, sosialisasi i-HaTinh dilakukan secara luas hingga ke tingkat kawasan permukiman. Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Nghi Xuan, Phan Duy Vinh, mengatakan berbagai unsur dikerahkan untuk mendampingi warga menginstal dan menggunakan aplikasi.
“Mulai dari pejabat, anggota Partai, tim transformasi digital masyarakat hingga anggota serikat pekerja, anggota perkumpulan wanita, dan pasukan polisi setempat, semuanya telah dimobilisasi untuk membimbing dan mendukung masyarakat dalam menginstal dan menggunakan aplikasi tersebut,” ujarnya.
Sejumlah titik layanan langsung juga dibuka di pusat kebudayaan desa, sekolah, dan kawasan permukiman, dengan prioritas pendampingan bagi lansia serta warga yang belum terbiasa menggunakan ponsel pintar. Seiring integrasi rekening transaksi elektronik, tanda tangan digital, dan sinkronisasi dengan identitas elektronik VNeID, i-HaTinh disebut kian berperan sebagai “jembatan digital” antara pemerintah dan masyarakat.
Selain sosialisasi dan pendampingan, Komune Nghi Xuan juga menekankan penanganan umpan balik setelah diterima. Langkah ini dinilai turut meningkatkan kepercayaan dan kepuasan warga. Dengan pendekatan tersebut, Nghi Xuan menjadi salah satu wilayah dengan tingkat instalasi i-HaTinh tertinggi di provinsi. Hingga kini, tercatat hampir 5.000 akun terpasang, atau hampir 20% dari penduduk berusia 18 tahun ke atas.
Di Komune Loc Ha, program popularisasi i-HaTinh juga dijalankan secara sistematis dengan aparat setempat sebagai kekuatan inti. Pemerintah setempat menggelar pelatihan, termasuk pada akhir pekan, dengan melibatkan pejabat, pegawai negeri sipil, dan tim transformasi digital masyarakat untuk mempelajari, menginstal, serta menggunakan aplikasi.
Setelah pelatihan, kelompok ini dijadwalkan turun langsung ke desa dan kawasan permukiman untuk membimbing warga, terutama petani dan lansia, agar dapat mengakses platform digital tersebut.
Bersama Nghi Xuan dan Loc Ha, peluncuran i-HaTinh di tingkat provinsi ditujukan untuk mendorong kebiasaan interaksi digital antara warga dan pemerintah. Setelah lebih dari dua bulan beroperasi, aplikasi i-HaTinh telah diinstal lebih dari 90.000 kali di Ha Tinh. Sejumlah wilayah dilaporkan mencatat tingkat instalasi tinggi, di antaranya Son Hong, Nghi Xuan, Huong Son, Son Giang, Cam Xuyen, dan Thanh Sen.
Hingga saat ini, melalui aplikasi i-HaTinh dan saluran telepon 19009038, sistem telah menerima lebih dari 2.500 masukan dan saran dari warga. Rinciannya meliputi lebih dari 1.600 laporan langsung melalui aplikasi, hampir 400 saran melalui aplikasi, serta lebih dari 500 masukan dan saran melalui saluran telepon.
Khusus laporan langsung melalui aplikasi, hampir 1.100 laporan yang memenuhi syarat telah diterima dan didistribusikan ke instansi terkait. Hampir 1.000 laporan telah diproses, lebih dari 150 masih dalam proses, dan tidak ada laporan yang terlambat diproses.
Wakil Direktur Pusat Sains, Teknologi, dan Transformasi Digital Ha Tinh, Nguyen Thanh Lam, menyatakan pemerintah provinsi menargetkan setidaknya 30% penduduk berusia 18 tahun ke atas menginstal, mendaftar, dan menggunakan i-HaTinh pada akhir 2026, setara dengan lebih dari 344.000 akun.
Untuk mencapai target tersebut, ia mengatakan Ha Tinh akan memobilisasi pemerintah daerah, organisasi, kelompok transformasi digital masyarakat, kepolisian, sekolah, dan perusahaan telekomunikasi guna mendukung warga dalam menginstal, mendaftar, dan menggunakan aplikasi. Pendampingan langsung di tingkat akar rumput akan diprioritaskan, terutama bagi lansia dan warga yang belum terbiasa menggunakan ponsel pintar. Menurutnya, sasaran program tidak hanya menambah jumlah akun, tetapi juga meningkatkan efektivitas penggunaan serta kualitas penanganan laporan.
Namun, Pusat Sains, Teknologi, dan Transformasi Digital mencatat tingkat “popularisasi” i-HaTinh masih belum merata. Di sejumlah tempat, tingkat instalasi dilaporkan rendah, bahkan di bawah 2%. Selain itu, sebagian wilayah dinilai belum efektif dalam menangani umpan balik di platform, dengan penyelesaian yang lambat dan tingkat kepuasan publik yang belum tinggi. Kondisi ini disebut memerlukan perbaikan melalui peningkatan akuntabilitas penanganan masalah, penguatan koordinasi antarsatuan kerja, serta pemantauan rutin terhadap kualitas penyelesaian umpan balik.