Universitas Bisnis dan Teknologi Hanoi (HUBT) menggelar talk show yang membahas perjalanan transformasi digital bisnis startup. Sejumlah akademisi dan tamu undangan hadir, termasuk Nguyen Thi Thua, Ratu Perdamaian Vietnam sekaligus pendiri merek SiLi.
Dari pihak HUBT, acara dihadiri perwakilan Departemen Manajemen Pelatihan dan Fakultas Ekonomi. Assoc. Prof. Dr. Pham Van Dang, Wakil Kepala Departemen Manajemen Pelatihan, menyampaikan pidato dalam program tersebut. Fakultas Ekonomi juga diwakili Dr. Bui Van Can selaku Dekan, bersama para Wakil Dekan dan anggota fakultas.
Dalam sambutannya, Pham Van Dang menekankan bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan penting bagi organisasi, bisnis, dan lembaga pendidikan. Ia menilai, bagi perusahaan rintisan, transformasi digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan operasional, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta beradaptasi cepat terhadap perubahan ekonomi digital.
Ia juga menyebut talk show tersebut sebagai kegiatan bermakna yang diharapkan memberi mahasiswa perspektif baru, mulai dari perjalanan transformasi digital startup, peluang dan tantangan di era digital, hingga pentingnya pemikiran inovatif dan keberanian generasi muda.
Selama program berlangsung, berbagai perspektif praktis mengenai transformasi digital di startup dibahas. Assoc. Prof. Dr. Nguyen Thi Kim Chi, Wakil Kepala Fakultas Ekonomi, bersama kelompok riset Ekonomi Digital memaparkan gambaran umum ekosistem startup Vietnam, tren bisnis digital, model “bisnis perorangan”, serta peluang dan tantangan di tengah perkembangan teknologi.
Sesi lain yang mendapat perhatian datang dari Nguyen Thi Thua. Dalam pemaparannya, ia menceritakan perjalanan SiLi—merek yang namanya dimaknai sebagai “Sains untuk Kehidupan”. Berangkat dari kecintaannya pada kampung halaman di Thanh Ha dan keinginan meningkatkan produk pertanian Vietnam melalui sains dan teknologi, ia menggambarkan kewirausahaan sebagai ruang untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.
Kisah SiLi yang tidak hanya berfokus pada produk teh daun jambu maupun produk pertanian lokal diposisikan sebagai contoh semangat generasi intelektual muda yang berupaya membawa pengetahuan dari laboratorium penelitian agar bermanfaat bagi kehidupan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kekhawatiran atas realitas “panen melimpah yang menyebabkan penurunan harga” serta aspirasinya memperluas pasar bagi produk pertanian Vietnam.
Pengalaman yang dibagikan tersebut dinilai menyentuh peserta, terutama mahasiswa HUBT, yang tengah mempersiapkan diri membangun karier dan pengembangan diri di era digital.