Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) dan Wadhwani Foundation untuk mempercepat pengembangan talenta digital berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional yang dilakukan di Jakarta. Melalui program tersebut, ketiga pihak menargetkan pemberdayaan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan AI, keterampilan digital, serta pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi.
Program akan dijalankan melalui integrasi platform SIAPKerja milik Kemnaker RI dengan platform AI Wadhwani Foundation, yaitu JobReady dan Genie AI. Indosat mendukung kolaborasi ini melalui penyediaan konektivitas serta penguatan ekosistem digital.
Pelatihan direncanakan diperluas ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker RI di berbagai daerah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri terkini.
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menyatakan transformasi dunia kerja akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja.
Yassierli juga menilai bonus demografi Indonesia dapat menjadi peluang besar bila dibarengi peningkatan keterampilan yang relevan. Ia menyebut kesepahaman ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat (22/5/2026).
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari visi demokratisasi AI di Indonesia. Ia menekankan AI tidak hanya berkaitan dengan inovasi, tetapi juga pembukaan peluang dan penciptaan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda.
Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship Meetul B. Patel menyoroti pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri dalam menyiapkan tenaga kerja digital masa depan. Ia menyatakan integrasi dengan SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker memungkinkan program menjangkau anak muda di berbagai wilayah secara terukur, dengan materi keterampilan yang dinilai sesuai kebutuhan industri saat ini.
Selain untuk pencari kerja, program ini juga dirancang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui modul pelatihan adaptif berbasis AI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.