Jakarta – Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang mampu mengolah dan menganalisis data terus meningkat. Berbagai sektor, mulai dari bisnis, kesehatan, keuangan, pendidikan hingga teknologi, kian mengandalkan data sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.
Situasi tersebut membuat Program Studi (Prodi) Sains Data menjadi salah satu jurusan yang dinilai prospektif dan dibutuhkan di era digital. Menjawab kebutuhan itu, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan Prodi Sains Data yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis data, artificial intelligence (AI), machine learning, serta teknologi digital berbasis data.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Rawamangun, Maruloh, mengatakan perkembangan teknologi menjadikan data sebagai aset penting di berbagai sektor industri. “Di era digital saat ini, hampir semua aktivitas menghasilkan data. Karena itu, kebutuhan terhadap lulusan yang memahami analisis data, artificial intelligence, dan pengolahan informasi terus meningkat. Program Studi Sains Data di Universitas Nusa Mandiri hadir untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri digital,” ujar Maruloh, Kamis (20/5).
Ia menjelaskan, mahasiswa Sains Data tidak hanya mempelajari statistik dan pengolahan angka, tetapi juga dilatih menyelesaikan persoalan bisnis melalui pendekatan teknologi dan analisis data yang aplikatif. Menurutnya, perusahaan kini membutuhkan lulusan yang memiliki kombinasi kemampuan teknis dan pengalaman industri sebelum memasuki dunia kerja.
Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, UNM menghadirkan program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Melalui skema ini, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran teori di kampus dan satu tahun magang profesional di perusahaan mitra.
“Melalui program tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran teori di kampus dan satu tahun magang profesional di perusahaan mitra industri. Program ini didukung lebih dari 300 perusahaan nasional maupun multinasional yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum lulus kuliah,” kata Maruloh.
Ia menambahkan, skema magang tersebut diharapkan membantu mahasiswa membangun jejaring profesional, meningkatkan kompetensi kerja, serta memperbesar peluang karier setelah wisuda. “Melalui IEP 3+1, mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Ini menjadi salah satu komitmen UNM dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap kerja di era transformasi digital,” ujarnya.
UNM menilai kehadiran Prodi Sains Data dan program IEP 3+1 menjadi bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan talenta digital yang dapat menjawab kebutuhan industri masa kini dan masa depan.