Tahuna—Penggunaan gadget di kalangan anak-anak dinilai kian memprihatinkan. Ketergantungan pada telepon genggam maupun perangkat digital lainnya disebut menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya perilaku tantrum dan sikap memberontak, terutama ketika keinginan anak tidak terpenuhi.
Fenomena ini kerap muncul saat anak terlalu sering diberi akses gadget untuk bermain gim, menonton video, atau menggunakan media sosial tanpa pengawasan yang memadai dari orang tua. Akibatnya, anak menjadi sulit lepas dari perangkat tersebut dan cenderung marah ketika penggunaannya dibatasi.
Sejumlah orang tua mengaku anak mereka sering menangis, berteriak, bahkan membanting barang saat diminta berhenti bermain gadget. Kondisi ini dipandang sebagai tanda ketergantungan yang dapat berdampak pada perkembangan emosi dan perilaku anak.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengerakan Dinas P2KB Daerah Sangihe, Imelda Lawendatu, mengatakan penggunaan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi, mengendalikan emosi, serta menurunkan konsentrasi belajar. “Anak yang terlalu lama terpapar layar digital juga lebih mudah mengalami perubahan suasana hati dan sulit berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Selain tantrum, sikap memberontak juga mulai terlihat ketika anak menolak nasihat orang tua, enggan belajar, hingga lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibanding bermain bersama teman sebaya atau keluarga.