Dalam konteks transformasi digital, Kota Ho Chi Minh mendorong berbagai solusi untuk mendukung perusahaan rintisan (startup) di sektor pertanian berteknologi tinggi. Langkah ini dipandang sebagai arah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, sekaligus memperkuat nilai tambah pertanian perkotaan.
Informasi dari unit-unit terkait menyebutkan, pemerintah kota memfokuskan upaya pada penguatan keterhubungan antara penelitian dan penerapan teknologi dengan kebutuhan produksi di lapangan. Pendekatan ini diarahkan untuk menciptakan kondisi agar gagasan startup dapat berkembang menjadi produk dan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sejumlah startup pertanian berteknologi tinggi saat ini mengembangkan solusi berbasis teknologi digital, otomatisasi, kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), serta pemanfaatan data untuk manajemen produksi pertanian. Model yang dikembangkan bertujuan mengoptimalkan proses budidaya, meningkatkan kontrol kualitas produk, dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
Dukungan terhadap startup juga diperkuat melalui program pelatihan, konsultasi, serta pengembangan jejaring dengan para ahli, investor, dan pelaku bisnis. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas operasional, kemampuan komersialisasi produk, dan perluasan pasar bagi perusahaan rintisan.
Para ahli menilai, pertanian berteknologi tinggi tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membuka peluang lahirnya model bisnis baru berbasis inovasi serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya permintaan terhadap pangan yang aman, dapat dilacak, dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Salah satu arah yang ditekankan adalah memperkuat hubungan antara lembaga penelitian, universitas, dunia usaha, dan investor untuk menjembatani kesenjangan antara ide teknologi dan kebutuhan pasar yang nyata.
Menurut para ahli, agar ekosistem startup pertanian berteknologi tinggi tumbuh berkelanjutan, diperlukan penguatan mekanisme dukungan yang mencakup pembiayaan, infrastruktur penelitian, transfer teknologi, serta pelatihan sumber daya manusia dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan baru.
Seiring itu, dorongan penerapan teknologi dalam produksi, perluasan model-model praktik, dan dukungan terhadap komersialisasi produk diharapkan menjadi pengungkit tambahan bagi perkembangan startup. Pada akhirnya, langkah tersebut ditargetkan berkontribusi pada modernisasi sektor pertanian dan pembangunan ekonomi perkotaan di Kota Ho Chi Minh.