Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi tentang penggunaan gadget dan bahaya bullying di SDN Tanggeran 2 pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas atas, yakni kelas 4, 5, dan 6, dengan pendekatan yang dibuat santai, komunikatif, dan mudah dipahami.
Kegiatan dibuka oleh pembawa acara dari mahasiswa KKN yang mengajak siswa berinteraksi terlebih dahulu. Suasana dibuat hangat agar anak-anak merasa nyaman sebelum memasuki materi. Menurut penyelenggara, isu gadget dan perundungan dinilai dekat dengan keseharian anak sekolah dasar, sehingga penyampaian materi tidak dirancang sebagai ceramah semata, melainkan ruang belajar bersama yang menyenangkan.
Materi pertama membahas pengertian gadget serta contoh perangkat yang sering digunakan, seperti handphone, tablet, dan laptop. Para siswa diajak menyebutkan jenis gadget yang mereka temui di rumah untuk menghidupkan diskusi. Mahasiswa KKN kemudian menjelaskan dampak positif gadget, antara lain membantu belajar, mencari bahan tugas, dan memperluas wawasan.
Di sisi lain, siswa juga diingatkan mengenai dampak negatif penggunaan gadget, seperti kecanduan, menurunnya fokus belajar, hingga berkurangnya waktu bermain bersama teman. Mahasiswa KKN memberikan contoh sederhana penggunaan gadget yang baik, termasuk membatasi waktu pemakaian dan menghindari konten yang tidak sesuai usia. Sejumlah siswa tampak menyimak serius dan berbagi pengalaman terkait kebiasaan mereka menggunakan gadget di rumah.
Materi berikutnya berfokus pada bullying atau perundungan. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain secara fisik maupun verbal, yang bisa dilakukan sengaja dan berulang. Siswa diperkenalkan pada contoh perilaku perundungan seperti mengejek, memukul, dan mengucilkan teman, disertai ilustrasi sederhana agar mudah dipahami.
Dampak perundungan turut disampaikan, mulai dari membuat korban merasa sedih, takut, tidak percaya diri, hingga enggan datang ke sekolah. Mahasiswa KKN menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua siswa. Mereka juga mengajak anak-anak membayangkan suasana belajar yang lebih nyaman ketika tidak ada ejekan maupun kekerasan, serta pentingnya saling menghargai.
Menjelang penutupan, mahasiswa KKN mengajak siswa melakukan refleksi dengan menuliskan pengalaman sedih yang pernah dialami pada selembar kertas secara anonim. Kertas-kertas tersebut ditempelkan di papan tulis hingga memenuhi permukaannya. Suasana kelas menjadi hening ketika beberapa siswa membaca isi tulisan dan menyadari bahwa teman di sekitarnya pernah merasa terluka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat lebih bijak menggunakan gadget sekaligus menumbuhkan empati untuk mencegah perundungan. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan mendukung tumbuhnya karakter positif di SDN Tanggeran 2.