BERITA TERKINI
Mahasiswa Teknik Vietnam Diundang ke Apple Park Usai Menang Swift Student Challenge 2026 lewat Aplikasi HumMelody

Mahasiswa Teknik Vietnam Diundang ke Apple Park Usai Menang Swift Student Challenge 2026 lewat Aplikasi HumMelody

Le Nhat Hoang dinobatkan Apple sebagai salah satu dari 50 Distinguished Winners (Pemenang Luar Biasa) dalam Swift Student Challenge 2026. Penghargaan ini ditujukan bagi programmer muda dari berbagai negara, dan menjadi pengalaman pertama Hoang mengikuti kompetisi tersebut.

Berkat pencapaiannya, Hoang akan diundang Apple untuk menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC) di Apple Park, California, pada awal Juni. Dalam agenda WWDC selama tiga hari, ia berkesempatan menyaksikan keynote Apple secara langsung, belajar dari para ahli dan insinyur, serta mengikuti lokakarya praktik bersama programmer muda dari seluruh dunia.

Hoang meraih penghargaan itu melalui HumMelody, aplikasi yang memungkinkan pengguna menyenandungkan melodi menggunakan suara mereka. Aplikasi tersebut kemudian mengenali nada, mengubahnya menjadi not MIDI, lalu memutarnya kembali melalui pilihan instrumen seperti piano, gitar, biola, atau seruling. Pengguna juga dapat mengedit melodi lewat antarmuka piano roll yang tersedia.

Menurut Hoang, HumMelody dirancang agar musik lebih mudah diakses tanpa perlu instrumen maupun pemahaman teori musik. Aplikasi ini ditujukan bagi penikmat musik yang tidak memiliki pendidikan musik formal, termasuk mereka yang kesulitan menggunakan perangkat pembuatan musik tradisional.

Gagasan HumMelody berangkat dari pengalaman pribadi Hoang. Ia mengaku menyukai musik sejak kecil, namun tidak pernah mendapatkan pelatihan instrumen atau teori musik secara formal. Dari situ, ia menilai banyak orang memiliki situasi serupa: memiliki melodi di kepala, tetapi tidak punya alat atau pengetahuan untuk mengubahnya menjadi karya musik yang utuh. “Alih-alih memulai dengan teori musik yang kompleks, saya ingin aplikasi ini berawal dari sesuatu yang dapat dilakukan siapa pun: suara mereka sendiri,” ujarnya.

Secara teknis, pengembangan HumMelody disebut tidak mudah. Hoang membangun aplikasi dari nol menggunakan kerangka kerja asli Apple tanpa memanfaatkan pustaka pihak ketiga. Ia menyebut fondasi teknisnya terbentuk selama bertahun-tahun melalui berbagai proyek kecil, seperti aplikasi pencatat dan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris, sebelum mengerjakan proyek yang lebih kompleks seperti HumMelody.

Dalam proses pengembangan, Hoang juga menggunakan alat berbasis AI untuk menguji dan menyempurnakan algoritma pengenalan ketinggian nada, yang menjadi inti ketepatan aplikasi. Namun ia menegaskan peran AI sebatas dukungan. Ia menilai AI dapat membantu programmer belajar lebih cepat, tetapi tidak menggantikan kreativitas maupun kemampuan memecahkan masalah karena pengembang tetap harus memahami persoalan, memverifikasi hasil, dan mengambil keputusan sendiri.

Ke depan, Hoang berencana melanjutkan pengembangan HumMelody dengan fitur yang lebih lanjut, termasuk kemampuan membuat remix dengan akord yang lebih kaya dari melodi asli. Ia juga mempertimbangkan untuk merilis aplikasi tersebut di App Store, sembari menentukan arah kariernya antara menjadi programmer lepas atau bergabung dengan perusahaan di industri teknologi.

Hoang tercatat sebagai satu-satunya perwakilan Vietnam dalam daftar 50 Distinguished Winners tahun ini. Di kawasan Asia Tenggara, peserta lain berasal dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia dengan aplikasi yang mengangkat tema privasi data, kesehatan mental, dan pendidikan AI. Secara keseluruhan, Swift Student Challenge 2026 mencatat 350 karya pemenang dari 37 negara dan wilayah.