BERITA TERKINI
Mahasiswa UNDIP Kembangkan Spatial Tax Intelligence untuk Pemetaan Potensi Pajak Daerah Berbasis Geospasial

Mahasiswa UNDIP Kembangkan Spatial Tax Intelligence untuk Pemetaan Potensi Pajak Daerah Berbasis Geospasial

Semarang, 13 Mei 2026 — Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan peneliti Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNDIP serta Department of Solution Engineer PT Esri Indonesia untuk mengembangkan Spatial Tax Intelligence, sebuah pendekatan berbasis geospasial yang ditujukan untuk memperkuat tata kelola pajak daerah agar lebih adaptif, transparan, dan berbasis data.

Riset ini memanfaatkan integrasi data spasial dan data perpajakan untuk mengidentifikasi spatial-tax mismatch, yakni ketidaksesuaian antara aktivitas ekonomi suatu wilayah dengan kontribusi pajak yang dihasilkan. Melalui pemetaan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai distribusi potensi pajak sekaligus mengenali wilayah yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan penerimaan daerah.

Dalam pengembangan sistem, tim peneliti bersama PT Esri Indonesia merancang geospatial decision support system yang memungkinkan visualisasi data pajak melalui dasbor berbasis spasial. Sistem ini dirancang untuk membantu pemerintah daerah memetakan potensi pajak, mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kepatuhan rendah, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Muhammad Helmi Candra, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Sekolah Pascasarjana UNDIP yang terlibat dalam penelitian, menyebut pendekatan geospatial intelligence membuka peluang baru dalam penguatan smart governance. “Partisipasi dalam ICSCI 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkenalkan implementasi smart governance berbasis geospatial intelligence dari Indonesia ke forum internasional. Kolaborasi antara akademisi dan industri juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan solusi perkotaan yang lebih aplikatif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil penelitian dipresentasikan pada The 6th International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2026 yang diselenggarakan oleh Smart City Universitas Indonesia pada 11–12 Mei 2026 di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta. Konferensi bertema “Smart Governance and Technology-Driven Urban Transformation for Sustainable and Resilient Cities” itu mempertemukan peneliti, praktisi, pemerintah, dan industri untuk membahas transformasi tata kelola perkotaan berbasis teknologi dan data.

Keikutsertaan Muhammad Helmi Candra dalam forum tersebut merupakan bagian dari implementasi program World Class University (WCU) UNDIP melalui skema Student Go International (SGI). Program ini mendorong mahasiswa berpartisipasi aktif dalam forum akademik internasional untuk memperluas jejaring global, meningkatkan kapasitas riset, serta memperkuat eksposur internasional karya ilmiah mahasiswa.

Kolaborasi ini juga disebut mencerminkan komitmen UNDIP dalam mengembangkan riset multidisiplin yang menghubungkan akademisi dan industri untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi tata kelola perkotaan. Pengembangan Spatial Tax Intelligence diharapkan berkontribusi pada penguatan smart city, urban analytics, dan digital governance, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9, SDG 11, SDG 16, dan SDG 17.