TANGERANG SELATAN — Tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) merancang dan membangun Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) berbasis website yang diimplementasikan di PT Solusi Teknologi Unggul. Pengembangan aplikasi ini ditujukan untuk mendorong efisiensi operasional serta mengoptimalkan manajemen data internal perusahaan.
Proyek tersebut dikerjakan oleh Gloria Ageng Larasati, I Gede Yoga Setiawan, dan Zulyan Widyaka Krisna, dengan bimbingan dosen Afiani Agus Abdillah, S.Kom., M.Kom. Kegiatan Kerja Praktek berlangsung pada Maret hingga Juni 2026, dengan latar kebutuhan perusahaan untuk menggantikan pencatatan inventaris konvensional dengan sistem pengelolaan aset yang terintegrasi.
Sebelum SIMA diterapkan, pengelolaan data aset di PT Solusi Teknologi Unggul masih mengandalkan metode manual dan berkas file sederhana. Kondisi ini menimbulkan sejumlah kendala administratif, seperti risiko kesalahan input, potensi kehilangan berkas, serta hambatan waktu dalam penyusunan laporan berkala dan pemantauan kelayakan aset secara real-time.
Dalam pengembangannya, tim menerapkan metode Waterfall yang dilakukan secara berurutan. Tahap awal dimulai dengan observasi lapangan dan wawancara kebutuhan bersama Supervisor Instansi, Muhamad Ikhwan, S.E. Proses kemudian berlanjut ke perancangan sistem, termasuk penyusunan use case dan activity diagram, desain basis data, pembangunan antarmuka, hingga pengujian fungsionalitas.
SIMA dirancang dengan skema hak akses berlapis yang memisahkan peran pengguna operasional (User) dan pengelola sistem (Super Admin). Aplikasi ini memuat tujuh fitur inti, yakni manajemen kontrol aset (CRUD) untuk input dan pembaruan data inventaris, klasifikasi aset berdasarkan kategori, lokasi, dan kondisi fisik, serta pencatatan histori mutasi untuk mendokumentasikan perpindahan tanggung jawab atau lokasi aset.
Fitur lainnya mencakup penjadwalan pemeliharaan perangkat untuk memantau siklus perawatan, kalkulasi depresiasi otomatis menggunakan metode saldo menurun maupun garis lurus, integrasi QR Code/Barcode untuk mempercepat pemeriksaan aset di lapangan, serta modul ekspor laporan inventaris ke format PDF atau Excel untuk kebutuhan audit.
Pada tahap finalisasi, aplikasi ini diuji menggunakan black-box testing dengan infrastruktur peladen Linux Debian 12 dan RAM 32 GB. Hasil pengujian menunjukkan fungsi autentikasi login, pelacakan mutasi, pemindaian QR Code, hingga kalkulasi keuangan berjalan normal dan valid tanpa kendala teknis.
Penerapan SIMA dinilai membantu perusahaan meminimalkan redundansi pencatatan, mempercepat proses pelaporan inventaris, meningkatkan transparansi riwayat pemeliharaan, serta menyediakan basis data yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Bagi Universitas Pamulang, proyek ini menjadi salah satu bentuk kontribusi civitas akademika dalam mendukung transformasi digital di sektor industri komunikasi.