Industri digital kian menuntut talenta yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menggabungkan kemampuan analitis dan kreativitas berbasis teknologi. Di tengah kebutuhan tersebut, mahasiswi Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM), Ardelia Felicia, lolos seleksi magang sebagai Data Analyst di PT Duta Pustaka Indonesia, perusahaan nasional di bidang penerbitan dan distribusi buku.
Capaian Ardelia disebut sebagai salah satu implementasi dari program Internship Experience Program (IEP) 3+1 di Universitas Nusa Mandiri. Melalui skema ini, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman di dunia industri lewat magang profesional, proyek industri, maupun riset.
“Data tanpa kreativitas hanyalah angka, tapi di tangan yang tepat, ia bisa menjadi cerita yang mengubah dunia,” ujar Ardelia.
Selama periode magang yang dimulai pada 6 April 2026 hingga September 2026, Ardelia menangani sejumlah pekerjaan di bidang analisis data. Tugasnya meliputi pengolahan data transaksi penjualan buku nasional, analisis stok distribusi, market sentiment analysis berbasis Text Data Mining, serta membantu pengembangan predictive analytics menggunakan Machine Learning untuk memprediksi kebutuhan cetak buku ke depan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam pengembangan reporting dashboard untuk manajemen perusahaan sebagai bagian dari pengambilan keputusan berbasis data.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, pengalaman Ardelia menunjukkan kesesuaian kurikulum Sains Data UNM dengan kebutuhan industri digital. “Kami sangat bangga atas capaian Ardelia. Apa yang ia kerjakan di perusahaan nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa Sains Data UNM mampu mengimplementasikan teknologi seperti Machine Learning dan Text Data Mining langsung di dunia industri sejak masih kuliah,” kata Tati.
Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menilai keberhasilan Ardelia mencerminkan hasil dari implementasi program IEP 3+1 yang ditujukan untuk mempercepat kesiapan karier mahasiswa. “Program IEP 3+1 bukan sekadar magang biasa. Mahasiswa membangun pengalaman profesional nyata yang menjadi bekal penting memasuki dunia kerja. Keberhasilan Ardelia menunjukkan bahwa mahasiswa UNM mampu bersaing dan dipercaya di posisi strategis industri nasional,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Senin (18/5).
Dalam proses magangnya, Ardelia juga menerapkan kompetensi data science lain, mulai dari pengembangan Machine Learning untuk prediksi stok dan produksi buku, penerapan Text Data Mining untuk analisis tren pasar berbasis media sosial, hingga manajemen proyek sains data secara profesional dan kolaboratif.
Di akhir keterangannya, Ardelia membagikan saran bagi mahasiswa yang ingin mengejar peluang magang di industri nasional. Ia menyarankan agar mahasiswa aktif mengeksplorasi LinkedIn, tidak ragu melamar ke perusahaan yang sesuai kemampuan, menguasai tools yang dibutuhkan industri, terus belajar, serta percaya diri saat wawancara. “Yang paling penting, tetap jadi diri sendiri,” tuturnya.