Siti Zainab Amri, mahasiswi Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM), resmi menjalani program magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan ini merupakan bagian dari Internship Experience Program (IEP) 3+1 yang digagas UNM.
Dalam program tersebut, Zainab terpilih melakukan riset di Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN pada periode 2 Maret hingga 3 Juli 2026. Ia terlibat dalam pengembangan sistem big data bahasa dan sastra lisan di wilayah perbatasan Indonesia.
Ketua Prodi Sains Data UNM, Tati Mardiana, mengapresiasi capaian Zainab. Menurut Tati, keterlibatan mahasiswa dalam riset di BRIN menunjukkan kesiapan kurikulum kampus untuk bersaing pada level riset nasional.
“Ini pencapaian yang membanggakan. Mahasiswa kami membuktikan siap terlibat dalam proyek strategis nasional berbekal kemampuan pemrograman dan analisis data yang kuat,” ujar Tati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Tati menambahkan, Zainab berhasil mengimplementasikan metode dialektometri Levenshtein menggunakan bahasa pemrograman PHP. Pencapaian itu disebut menjadi contoh keterkaitan antara materi perkuliahan dengan kebutuhan riset di lapangan.
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC), Muhammad Faisal, menilai IEP 3+1 berperan sebagai jembatan karier bagi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman magang di lembaga seperti BRIN dapat memperkuat portofolio peserta.
“IEP 3+1 bukan sekadar magang, tetapi jembatan membangun portofolio nyata bagi mahasiswa. Pengalaman di BRIN menjadi nilai tambah besar bagi masa depan karier mahasiswa,” kata Faisal.
Selama magang, Zainab bertugas mengategorikan dan membandingkan variasi bahasa dengan memanfaatkan logika pemrograman. Ia menyebut mata kuliah seperti Data Mining dan Web Programming membantunya dalam menyelesaikan tugas riset.
“Bekal dari kampus sangat membantu, terutama logika pemrograman dan data mining. Semuanya terasa langsung terpakai,” kata Zainab.
Kisah Zainab menjadi gambaran bagaimana program pembelajaran berbasis industri dapat membuka peluang kontribusi mahasiswa dalam kegiatan riset. Program ini juga diharapkan terus melahirkan talenta digital yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan.