Fenomena hikikomori—penarikan diri secara ekstrem dengan menghabiskan sebagian besar waktu di dalam satu ruangan selama minimal enam bulan—kini disebut mulai mendunia dan tidak lagi hanya ditemukan di Jepang. Dalam kondisi ini, seseorang mengisolasi diri di kamar atau di rumah serta memutus hampir seluruh kontak sosial dengan orang lain.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah hikikomori berkaitan dengan kecanduan internet. Hubungan antara keduanya masih diteliti. Namun, internet setidaknya dipandang sebagai faktor yang dapat memperburuk masalah pada sebagian kasus hikikomori.
Orang yang mengalami hikikomori dilaporkan cenderung menggunakan internet secara berlebihan. Mereka lebih memilih berkomunikasi secara daring dan sering—meski tidak selalu—menghabiskan banyak waktu di dunia online. Meski demikian, menganggap hikikomori semata-mata sebagai pecandu internet dinilai terlalu menyederhanakan persoalan.
Penggunaan internet, khususnya media sosial, memang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah studi menemukan bahwa 17–26,8% remaja di Hong Kong dapat dikategorikan sebagai pecandu internet, sementara sekitar 1% dapat dianggap sebagai hikikomori.
Perbedaan juga terlihat pada usia kemunculan. Kecanduan internet disebut lebih sering muncul pada masa remaja awal, sedangkan hikikomori cenderung terjadi pada remaja akhir hingga awal dewasa. Ada kemungkinan terdapat tumpang tindih antara pecandu internet dan hikikomori, tetapi jika memang demikian, belum jelas mana yang menjadi penyebab dan mana yang merupakan akibat.
Di satu sisi, kecanduan internet dapat mendorong seseorang semakin menarik diri dari dunia luar. Di sisi lain, internet juga bisa menjadi mekanisme penanggulangan bagi mereka yang sudah memiliki komunikasi sangat terbatas dengan orang lain. Bahkan, meskipun istilah “kecanduan” umumnya bernada negatif, penggunaan internet dalam konteks tertentu disebut bisa membawa dampak yang lebih baik bagi hikikomori.
Sejumlah penelitian menyebut internet dapat meningkatkan kualitas hidup sebagian hikikomori, misalnya dengan menyediakan cara untuk bertemu orang lain—termasuk mereka yang memiliki masalah serupa atau minat yang sama. Internet juga kadang menjadi satu-satunya sarana bagi hikikomori untuk berinteraksi dengan profesional kesehatan.