Penggunaan internet yang kian tinggi di kalangan generasi muda mulai memunculkan kekhawatiran baru. Tidak sedikit Generasi Z menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial hingga sulit lepas dari gawai, sehingga memengaruhi pola hidup sehari-hari.
Situasi tersebut mendorong munculnya konsep digital minimalism atau minimalisme digital, yang dipandang sebagai cara untuk membangun kebiasaan berteknologi yang lebih sehat. Minimalisme digital menekankan penggunaan teknologi secara bijaksana dan hanya untuk hal-hal penting, dengan mengurangi aktivitas digital yang tidak bermanfaat, seperti menggulir media sosial tanpa tujuan jelas.
Dengan membatasi penggunaan yang tidak perlu, individu dinilai dapat lebih fokus pada aktivitas yang produktif dan bermakna. Dalam jurnal ilmiah yang dirilis Universitas Pendidikan Ganesha disebutkan bahwa penerapan minimalisme digital dapat membantu meningkatkan pengendalian diri serta mengurangi kecemasan akibat terlalu sering terhubung dengan dunia digital. Generasi Z yang menerapkan konsep ini juga dinilai lebih mampu mengatur waktu dan perhatian dalam kehidupan sehari-hari.
Dampaknya tidak hanya terkait kesehatan mental. Minimalisme digital juga disebut dapat meningkatkan produktivitas karena pengurangan penggunaan gawai secara berlebihan membuat seseorang lebih fokus saat belajar maupun bekerja. Di sisi lain, hubungan sosial di dunia nyata dinilai bisa membaik karena interaksi tatap muka kembali diutamakan.
Meski begitu, penerapan minimalisme digital diakui memiliki tantangan. Tekanan sosial dan tuntutan untuk selalu aktif di media sosial membuat banyak orang kesulitan membatasi penggunaan teknologi. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak harus ekstrem, melainkan cukup dengan mengatur penggunaan teknologi secara seimbang dan sadar.
Penelitian tersebut menyimpulkan minimalisme digital dapat menjadi solusi efektif untuk menghadapi tantangan era digital, khususnya bagi Generasi Z. Melalui langkah sederhana seperti digital detox dan penggunaan teknologi secara sadar, masyarakat diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.