OpenAI membagikan akses layanan AI premium ChatGPT Plus secara gratis kepada seluruh warga negara Malta selama satu tahun. Program bernama “AI for All” ini menjadi kerja sama nasional pertama OpenAI dengan pemerintah Malta dan University of Malta.
Dalam blog resminya, OpenAI menyatakan inisiatif tersebut ditujukan agar warga Malta dapat memahami sekaligus menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. OpenAI juga menilai akses terhadap “kecerdasan” semestinya tersedia luas, layaknya listrik, untuk individu, bisnis, dan institusi.
Malta merupakan negara kepulauan kecil di Eropa Selatan yang berada di tengah Laut Mediterania. Berdasarkan catatan Worldometer, jumlah penduduk Malta mencapai 568.847 jiwa.
Dalam skema program yang diumumkan, warga yang terdaftar dalam sistem identitas digital Malta diwajibkan mengikuti pelatihan AI terlebih dahulu sebelum memperoleh akses ChatGPT Plus gratis. Kursus ini diinisiasi oleh University of Malta dan dirancang untuk membantu masyarakat memahami apa itu AI, kemampuan dan keterbatasannya, serta cara menggunakannya secara bertanggung jawab.
Menteri Perekonomian Malta, Silvio Schembri, mengatakan program “AI for All” ditujukan agar masyarakat Malta tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi AI global. Menurutnya, kombinasi edukasi AI dan akses gratis ke alat digital yang disebutnya paling canggih saat ini dapat membantu pelajar, pekerja, hingga keluarga memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari.
“Melalui kursus AI untuk semua ini, kami memastikan setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkembang di dunia digital,” kata Schembri.
Program “AI for All” diluncurkan pada Mei 2026 dan akan diperluas secara bertahap seiring semakin banyak warga menyelesaikan kursus. Program ini juga berlaku bagi warga negara Malta yang tinggal di luar negeri.
OpenAI menyebut Malta sebagai negara pertama yang menghadirkan akses ChatGPT Plus gratis secara nasional melalui kerja sama dengan perusahaannya. Schembri menegaskan, Malta mengambil langkah tersebut karena tidak ingin warganya tertinggal di era digital.
Head of OpenAI for Countries, George Osborne, menilai teknologi AI kini mulai berkembang menjadi semacam “utilitas nasional”. Ia menekankan peran pemerintah penting untuk memastikan masyarakat memiliki akses sekaligus kemampuan memanfaatkan AI secara maksimal. Osborne juga berharap langkah Malta dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam memperluas penggunaan AI di sektor pendidikan, pekerjaan, hingga layanan publik.
Selain Malta, United Arab Emirates dilaporkan mulai menjalin kerja sama dengan OpenAI terkait pengembangan AI di tingkat nasional.