OpenAI resmi meluncurkan Daybreak, sebuah inisiatif keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), pada Senin (11/5/2026). Daybreak dirancang untuk membantu perusahaan mendeteksi serta memperbaiki berbagai celah keamanan (vulnerability) dalam perangkat lunak secara otomatis.
Kehadiran Daybreak disebut sebagai respons OpenAI terhadap teknologi keamanan siber AI dari rivalnya, Anthropic, yakni Claude Mythos. Dalam beberapa waktu terakhir, Claude Mythos menjadi sorotan karena diklaim dapat menemukan celah keamanan lebih cepat dibanding manusia. Namun, teknologi tersebut juga memicu kontroversi karena disebut mampu menemukan celah keamanan yang belum diketahui pengembang (zero-day) dan dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk aktivitas peretasan.
Berdasarkan informasi di blog resmi OpenAI, Daybreak memanfaatkan berbagai model AI milik perusahaan, termasuk agen keamanan khusus bernama Codex. OpenAI menyatakan Daybreak dibangun dengan visi bahwa keamanan siber seharusnya tidak hanya berfokus pada pencarian dan penambalan celah setelah masalah ditemukan, melainkan perlu dirancang sejak awal agar perangkat lunak lebih tahan terhadap serangan.
“AI kini dapat membantu defender memahami codebase, mengidentifikasi kerentanan tersembunyi, memvalidasi perbaikan, menganalisis sistem yang belum dikenal, hingga mempercepat proses dari penemuan masalah ke remediasi,” tulis OpenAI.
Dalam praktiknya, Daybreak diklaim dapat membantu tim keamanan memprioritaskan ancaman yang paling berbahaya dan memangkas proses analisis dari hitungan jam menjadi menit. Sistem ini juga disebut mampu membuat serta menguji patch keamanan langsung di repositori kode perusahaan.
OpenAI menjelaskan, sistem akan membangun model ancaman (threat model) dari repositori kode melalui Codex Security. Setelah itu, Daybreak memfokuskan analisis pada jalur serangan yang realistis serta bagian kode dengan risiko tinggi. Selain menguji ancaman serangan, Daybreak juga diklaim dapat mengirimkan hasil analisis beserta bukti audit ke sistem perusahaan untuk membantu proses verifikasi dan remediasi keamanan.
OpenAI menyebut Daybreak mengandalkan model GPT sebagai bagian dari teknologi yang digunakan dalam inisiatif tersebut.