BERITA TERKINI
OpenAI Meluncurkan GPT-5.3 Codex, Model AI Pemrograman yang Dipakai untuk Mengembangkan Dirinya Sendiri

OpenAI Meluncurkan GPT-5.3 Codex, Model AI Pemrograman yang Dipakai untuk Mengembangkan Dirinya Sendiri

OpenAI merilis model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT-5.3 Codex, yang difokuskan untuk kebutuhan pemrograman. Perusahaan menyebut model ini sebagai yang paling canggih dalam lini Codex sejauh ini.

CEO OpenAI Sam Altman mengatakan GPT-5.3 Codex merupakan lompatan besar dibanding GPT-5.2 Codex yang baru diluncurkan pada akhir Desember 2025. Menurut Altman, rilis yang relatif cepat ini dimungkinkan karena OpenAI menggunakan model tersebut dalam proses pengembangannya sendiri, yang disebut sebagai pertama kalinya dilakukan di OpenAI.

OpenAI menjelaskan versi awal GPT-5.3 Codex dipakai oleh tim internal untuk membantu sejumlah pekerjaan teknis, mulai dari debugging proses pelatihan (training), mengelola infrastruktur deployment, hingga menganalisis hasil pengujian dan evaluasi. Dengan demikian, model ini tidak hanya menjadi objek pengembangan, tetapi juga alat kerja utama selama proses pembuatannya. OpenAI menyebut pendekatan ini sebagai tonggak penting, ketika model AI mulai berperan mempercepat dan menyempurnakan pengembangan dirinya sendiri.

Dari sisi kinerja, OpenAI mengklaim GPT-5.3 Codex mencatat skor tertinggi di beberapa benchmark yang umum digunakan untuk menguji kemampuan AI dalam pemrograman. Pada SWE-Bench Pro, model ini meraih skor 57 persen dalam pengujian yang mensimulasikan pekerjaan rekayasa perangkat lunak dunia nyata lintas empat bahasa pemrograman.

Di Terminal-Bench 2.0, GPT-5.3 Codex mencatat skor 77,3 persen, meningkat dari GPT-5.2 Codex yang berada di kisaran 64 persen. Seorang pengguna di platform X menyebut capaian tersebut “benar-benar mengalahkan” Anthropic Opus 4.6, yang dilaporkan memperoleh 65,4 persen pada benchmark yang sama. Terminal-Bench 2.0 menguji kemampuan model saat bekerja di lingkungan terminal sungguhan, termasuk tugas kompilasi kode, pelatihan model, dan pengaturan server.

OpenAI juga mengeklaim peningkatan efisiensi. GPT-5.3 Codex disebut mampu menyelesaikan tugas dengan kurang dari setengah jumlah token dibanding pendahulunya, serta berjalan sekitar 25 persen lebih cepat. Perusahaan menyatakan peningkatan ini berasal dari pembaruan infrastruktur dan sistem inferensi, sehingga interaksi terasa lebih responsif dan hasil kerja dapat diperoleh lebih cepat.

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyatakan ambisi Codex tidak hanya terbatas pada penulisan dan peninjauan kode. GPT-5.3 Codex diarahkan menjadi agen komputer serba bisa yang dapat menangani berbagai alur kerja profesional berbasis komputer, seperti debugging, deployment, dan monitoring sistem, hingga menulis dokumen kebutuhan produk, mengedit materi presentasi, melakukan riset pengguna, menganalisis data di spreadsheet, serta menyusun slide presentasi.

Untuk ketersediaan, GPT-5.3 Codex sudah dapat digunakan oleh pelanggan ChatGPT berbayar. Model ini tersedia di ekosistem Codex, termasuk aplikasi ChatGPT, command line interface (CLI), ekstensi IDE, dan versi web. Sementara itu, akses melalui API disebut masih dalam tahap persiapan dan akan dibuka bertahap dengan pendekatan keamanan tambahan.

Dari sisi perangkat keras, OpenAI menyebut GPT-5.3 Codex dirancang dan dilatih khusus agar berjalan di sistem Nvidia GB200 NVL72. OpenAI menyatakan kolaborasi dengan Nvidia menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus efisiensi komputasi yang lebih baik pada model ini.