Sejumlah operator telekomunikasi di China mulai mengubah cara penagihan layanan internet seluler, dari paket kuota berbasis gigabyte menjadi skema berbasis token AI. Layanan baru ini diperkenalkan pekan ini dan disebut sebagai upaya industri untuk memonetisasi meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pada Minggu (17/5), China Telecom meluncurkan rangkaian paket uji coba berbasis token yang menyasar pengembang, usaha kecil, rumah tangga, hingga pengguna individu. Paket tersebut berupa token berjenjang yang dibundel dengan opsi peningkatan kecepatan unggah broadband serta layanan keamanan siber.
Harga paket disebut berkisar dari CNY 39,9 per bulan untuk paket dasar hingga CNY 299,9 untuk versi unggulan. Alokasi token bulanan yang ditawarkan mulai dari 15 juta hingga 250 juta.
Menurut laporan China Daily, China Telecom menyatakan paket ini dirancang untuk menyediakan layanan token dengan latensi rendah bagi aplikasi yang intensif AI. Peluncuran tersebut dilakukan dua hari setelah Shanghai Telecom memperkenalkan layanan berbasis token dan memberikan kuota internet gratis senilai 25 juta token kepada pelanggan.
Langkah ini menandai pergeseran strategi sektor telekomunikasi di China dalam memanfaatkan AI generatif. Operator berupaya mengubah daya komputasi serta akses ke model AI menjadi layanan layaknya utilitas, yang konsepnya menyerupai paket data seluler tradisional.
Secara paralel, China Mobile di Shanghai juga meluncurkan layanan token universal untuk kebutuhan konsumen dan perkantoran. Layanan ini memungkinkan pengguna mengakses berbagai platform AI melalui satu akun dan melakukan pembayaran melalui tagihan telepon.
Selain itu, operator tersebut bermitra dengan Tencent Holdings untuk memperkenalkan platform ruang kerja berbasis AI yang menargetkan konsumen dan usaha kecil. Dalam skema yang diumumkan, layanan ini menawarkan 400.000 token seharga CNY 1, dengan pengguna dapat beralih antar model AI di bawah struktur harga yang seragam.