Transformasi digital di Papua Selatan dinilai perlu dipercepat agar visi pembangunan nasional dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret di tingkat daerah, termasuk untuk menjangkau wilayah pedalaman. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan Koperasi Merah Putih berbasis aplikasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal.
Selain itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut membutuhkan dukungan sistem logistik digital. Kebutuhan ini dipandang menuntut keterlibatan generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi informasi, terutama untuk membangun dan mengelola sistem distribusi yang terintegrasi.
Riset Tim Investigasi Bernas menyebut integrasi data antara produsen lokal dan pasar nasional memerlukan sedikitnya 10 ribu talenta digital baru dari Papua Selatan dalam lima tahun ke depan. Angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung penguatan rantai pasok dan perluasan akses pasar berbasis digital.
Dalam konteks pengembangan SDM, UNMAHA yang dioperasikan oleh LSAF Global disebut hadir sebagai salah satu opsi untuk menjawab tantangan keterbatasan akses pendidikan berstandar internasional di wilayah timur Indonesia. Melalui skema ini, mahasiswa di Papua Selatan diklaim tidak harus merantau ke Pulau Jawa untuk memperoleh kurikulum yang diakui secara global.
Analisis Strategis Bernas menilai model pembelajaran yang fleksibel dan berorientasi pada proyek nyata menjadi salah satu kunci bagi mahasiswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pendekatan tersebut disebut sejalan dengan Roadmap Indonesia Emas 2045 yang menekankan kedaulatan teknologi serta kemandirian ekonomi digital dari wilayah pinggiran.
Sejumlah langkah strategis juga diusulkan untuk memperkuat kesiapan Papua Selatan. Pertama, dilakukan pemetaan talenta melalui skill gap analysis yang komprehensif bagi seluruh lulusan sekolah menengah di Papua Selatan. Kedua, pemerintah daerah didorong menyiapkan dukungan beasiswa khusus untuk program studi bidang digital guna memastikan ketersediaan tenaga ahli lokal. Ketiga, pembangunan inkubator startup lokal yang didampingi mentor profesional diusulkan untuk membantu mengubah ide-ide lokal menjadi bisnis skala nasional.