BERITA TERKINI
ParagonCorp Integrasikan AI Lewat Smart Lab 2.0 untuk Perkuat Riset dan Pengembangan Produk Kosmetik

ParagonCorp Integrasikan AI Lewat Smart Lab 2.0 untuk Perkuat Riset dan Pengembangan Produk Kosmetik

ParagonCorp memperkuat transformasi riset dan pengembangan (R&D) melalui pengembangan Smart Lab 2.0, sebuah fase ketika kecerdasan buatan (AI) mulai terintegrasi dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen. Langkah ini ditempuh untuk menjawab tantangan industri kosmetik yang kian kompleks, seiring kebutuhan konsumen terhadap produk yang lebih personal, presisi, dan relevan.

Dengan lebih dari 17 brand dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif, ParagonCorp menilai pembaruan sistem R&D menjadi penting agar pengembangan produk dapat mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D,V.E, FINSDV, memaparkan arah penguatan tersebut dalam presentasi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design” pada ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang diselenggarakan PERKOSMI di JIExpo Kemayoran.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable,” ujar dr. Sari.

Transformasi R&D ParagonCorp disebut dilakukan bertahap. Perjalanan dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual, lalu berkembang menjadi Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web. Saat ini, perusahaan memasuki Smart Lab 2.0 dengan integrasi AI pada infrastruktur digital yang telah terhubung secara menyeluruh.

ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.

Dalam implementasinya, AI telah dimanfaatkan di berbagai lini R&D. Salah satunya melalui teknologi AI Color Matching untuk mendukung proses formulasi kosmetik. Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem ini diklaim mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan akurasi lebih dari 95% serta memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60% dibanding metode konvensional.

AI juga digunakan untuk mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mencakup skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu peneliti mengidentifikasi kandidat bahan yang lebih potensial dan relevan bagi berbagai kebutuhan kulit, seperti brightening, anti-acne, hingga skin barrier.

Selain itu, ParagonCorp membangun dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia untuk mengembangkan shade yang lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, khususnya pada kategori cushion dan foundation.

“AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir,” kata dr. Sari.

Meski memanfaatkan teknologi, ParagonCorp menegaskan AI bukan tujuan akhir. Dalam proses R&D, AI diposisikan sebagai co-pilot yang membantu tim peneliti bekerja lebih cepat dan terarah tanpa menggantikan pertimbangan ilmiah maupun tanggung jawab manusia.

“AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut dr. Sari, percepatan yang dihadirkan AI diharapkan bermuara pada manfaat nyata bagi konsumen, mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya.

Partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 disebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan untuk mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Perusahaan menilai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen, menjadi fondasi dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia yang lebih personal, inklusif, dan berdaya saing global.